Seminar Antara Bangsa Peradaban Ummah Di Perlis Malaysia, Alfedri: Ini Kehormatan Bagi Saya...

Hermansyah
690 view
Seminar Antara Bangsa Peradaban Ummah Di Perlis Malaysia, Alfedri: Ini Kehormatan Bagi Saya...
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi pada seminar antara Bangsa Peradabaan Ummah di Kota Perlis, Malaysia.

MALAYSIA, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi memenuhi undangan Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu (MAIPs) Negeri Perlis, Malaysia sebagai keynote speaker seminar antara bangsa peradaban ummah.

Dimana seminar tersebut, dengan mengangkat tema, 'Islam Jati Diri Melayu'.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi pada forum kebangsaan menurutnya, ini sebuah kehormatan dan kebanggaan dapat bicara dihadapan mahasiswa dari sejumlah kampus ternama di Kota Perlis, Malaysia.

"Alhamdulillah, hari ini saya diminta hadir dan menjadi keynote speaker pada seminar antara bangsa peradaban ummah yang mengangkat tema, 'Islam Jati Diri Melayu'," kata Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

"Dan ini merupakan kehormatan bagi saya dapat hadir dan menjadi pembicara disini," sebut Alfedri di Dewan Bekawali, Mess Pegawai Kanan PDRM Kangar, Perlis, Malaysia, Kamis (30/5/2024).

Pada kesempatan itu, Bupati Siak menyampaikan sejarah ringkas Kerajaan Siak, kesultanan Siak yang didirikan oleh raja bernama Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah bergelar Raja Kecik sekitar tahun 1723 masehi.

Kerajaan Siak memiliki 12 sultan, kemudian kesultanan Siak dibawah kekuasaan sultan ke-12 bernama Sultan Syarif Kasim. Dan pada tahun 1945, bergabung dengan negara Republik Indonesia, wilayahnya menjadi kewedanaan Siak dibawah Kabupaten Bengkalis berubah status menjadi Kecamatan Siak.

"Namun berdasarkan Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999, Siak menjadi kabupaten pemekaran baru dengan ibu kota Siak Sri Indrapura," jelasnya.

Alfedri juga memaparkan sejarah singkat Islam masuk ke Siak, sekitar abat ke-14, Islam masuk ke wilayah Pesisir Sumatera termasuk Siak. Dimana penyebarannya di dukung oleh dakwah dan jalur perdagangan maritim menghubungkan antara Timur Tengah, India dan Nusantara di kutip (Halimi 2022; dalam buku ”Tamadun Bangsa Melayu”)

"Hal itu, dapat dilihat, Siak sebagai wilayah kerajaan melayu yang identik dengan agama Islam, kesultanan Siak memiliki asas pemerintahan, 'Adat Bersendikan Sarak, Sarak Bersendikan Kitabullah'.

"Ini juga dibuktikan dengan kitab undang-undang kesultanan Siak yang diberi nama kitab, 'Bab Al-qawa’id', di dalamnya menerapkan prinsip hukum Islam," ujarnya.

Selain itu, bukti sejarah pesatnya perkembangan Islam kala itu, Sultan Syarif Kasim tahun 1917 masehi mendirikan sekolah pertama di Riau yang bernama Madrasah Taufiaiyyah Al-Hasyimiah, lembaga ini berorientasi lebih kepada pendidikan agama Islam.

Termasuk keberadaan Masjid Raya Syahabudin, yang dibangun pada tahun 1926 masehi, di masa kepemimpinan Sultan Siak ke-11 Abdul Jalil Saifudin.

Selanjutnya, kitab undang-undang resmi negara kesultanan Siak yang diberi nama kitab, 'Bab Al-qawa’id' tadi. Itu diterapkan setiap provinsi bagian dari kesultanan Siak dahulunya diangkat seorang Hakim Syariah.

"Pejabat yang memiliki wewenang pada masa itu, menegakan Hukum Islam atau Syariah dan hukum perdata. PIdana fatwa dan nasehat hukum. Kemudian budaya berlandaskan Syariah Islam, seperti cara berpakaian serta adat pernikahan," imbuhnya.

Tingginya kepedulian para Sultan Siak terhadap peningkatan kualitas pendidikan rakyat. Menjadi spirit Bupati Siak untuk terus menyiapkan SDM yang unggul dan meningkatkan angka Indek Pembangunan Manusia (IPM), melalui program layanan unggulan.

"Kepedulian para sultan terhadap dunia pendidikan kala itu, menjadi motivasi saya, melanjutkan jejak sultan meningkatkan SDM putra-putri Siak, melalui program beasiswa, diantaranya beasiswa satu rumah PKH ada 1 sarjana, beasiswa berprestasi, Pemkab Siak memberikan beasiswa hafidz dan hafidzah atau penghafal Al-Quran serta program Bujang Kampung," ungkapnya.

Momentum ini, juga dimanfaatkan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi untuk mempromosikan destinasi dan ivent Pariwisata Kabupaten Siak kepada audiensi dan mendapat sambutan hangat dari para peserta seminar.

"Tadi saya sempat memaparkan potensi pariwisata di Kabupaten Siak. Kita berharap orang Malaysia khususnya warga Kota Perlis, tertarik untuk datang dan berwisata ke Kabupaten Siak," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)