Selama 2021, Mahkamah Syari'ah Aceh Sempat Memvonis Bebas Para Pelaku Pemerkosa Anak

Kakak Indra Purnama
73 view
Selama 2021, Mahkamah Syari'ah Aceh Sempat Memvonis Bebas Para Pelaku Pemerkosa Anak
Gambar: Internet

DATARIAU.COM - Sekitar tiga terdakwa kasus pemerkosa anak divonis bebas Mahkamah Syar'iyah (MS) di Aceh selama 2021. Tidak hanya itu, para terdakwa yang bebas adalah orang dekat dari korban sendiri yaitu ayah kandung hingga pamannya.

"Selama tahun ini saja sudah tiga kasus yang divonis bebas, satu kali di MS Jantho, dan dua kali di tingkat banding di MS Provinsi Aceh," kata Komisioner Perlindungan Perempuan dan Anak Aceh (KPPAA), Firdaus Nyak Idin di Banda Aceh, Senin (11/10/2021).

Ia mengatakan, tiga kasus tersebut diantaranya seorang ayah korban berinisial MA yang divonis bebas Mahkamah Syar’iyah Jantho, Kabupaten Aceh Besar pada hari Selasa, 30 Maret 2021 lalu. Terdakwa dinilai tidak terbukti bersalah melakukan pemerkosaan terhadap korban yang merupakan anaknya.

Selanjutnya, kata Firdaus, kasus kedua yaitu terdakwa DP yang yang tak lain adalah paman korban sendiri dan divonis bebas oleh Mahkamah Syar'iyah Aceh di tingkat banding.

Di kasus ini, terdakwa DP sebelumnya sempat divonis bersalah oleh hakim Mahkamah Syar'iyah Jantho Aceh Besar dengan dijatuhi hukuman selama 200 bulan penjara, tetapi dibebaskan saat melakukan banding.

Namun, putusan bebas kedua kasus itu kini telah dibatalkan Mahkamah Agung (MA) di persidangan tingkat kasasi. Kemudian kedua terdakwa telah dijatuhi masing-masing hukuman 200 bulan penjara.

"Untuk dua kasus tersebut sudah ada putusan inkrah dari hasil kasasi di Mahkamah Agung, keduanya dinyatakan bersalah dan dihukum," ujar Firdaus seperti dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, baru-baru ini Aceh kembali dihebohkan terkait adanya putusan Mahkamah Syar'iyah Aceh yang memvonis bebas terdakwa kasus pemerkosa anak kandung berinisial SUR (45) asal Aceh Besar. Dengan Putusan Nomor 22/JN/2021/MS Aceh itu dibacakan hakim saat sidang banding yang berlangsung di Mahkamah Syar’iyah Aceh pada Selasa (28/9/2021) lalu.

"Keputusan hakim Mahkamah Syar'iyah Aceh ini menjadi kasus ketiga terdakwa pemerkosa anak yang vonis bebas di Aceh selama 2021," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, saat sidang di tingkat pertama terdakwa SUR divonis bersalah oleh Mahkamah Syar’iyah Jantho Aceh Besar dengan dijatuhi hukuman 180 bulan penjara, namun terdakwa melakukan banding ke MS Aceh sehingga diputuskan bebas. (*)

Source: merdeka.com