Sebut Darah Warga Muhammadiyah Hahal Dibunuh, 2 Peneliti BRIN Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Ruslan
792 view
Sebut Darah Warga Muhammadiyah Hahal Dibunuh, 2 Peneliti BRIN Dipolisikan ke Polda Metro Jaya
Foto: Screenshot Instagram TVone

DATARIAU.COM - Sebut darah warga Muhammadiyah hahal dibunuh, 2 peneliti BRIN dipolisikan ke Polda Metro Jaya.

Dua peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin, dan Thomas Djamaluddin akan dipolisikan ke Polda Metro Jaya, Selasa (25/4/2023) siang.

Pelaporan dibuat oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta.

Andi dan Thomas dilaporkan akibat menyebarkan kebencian di media sosial pada warga Muhammadiyah.

Ujaran kebencian dan ancaman terhadap warga Muhammadiyah yang dilakukan dua anak buah Megawati ini dinilai membahayakan kerukunan antar-umat.

"Kami akan buat laporan dan menyerahkan berkas," kata pengurus IMM DKI Jakarta, Khoirul Abidin pada Selasa (25/4/2023).

Peneliti BRIN, Andi Pangerang sebelumnya bikin geger media sosial. Dia memberikan pandangannya soal Hari Raya IdulFitri 1444 Hijriah yang berbeda.

Andi Pangerang menuliskan di media sosial Facebook dengan mengancam akan membunuh satu persatu warga Muhammadiyah.

Hal itu gara-gara perbedaan metode penetapan hari Lebaran 2023. Secara jelas dan gamblang dia menghalalkan darah warga Muhammadiyah untuk dibunuh.

"Perlu saya HALALKAN GAK NIH DARAHNYA semua muhammadiyah? apalagi muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda Kalender Islam global dari Gema Pembebasan? BANYAK BACOT EMANG!!! SINI SAYA BUNUH KALIAN SATU-SATU. SILAKAN LAPORKAN KOMEN SAYA DENGAN ANCAMAN PASAL PEMBUNUHAN!!! SAYA SIAP DIPENJARA. SAYA CAPEK LIHAT PENGADUAN KALIAN," demikian unggahan Andi membalas komentar akun Thomas Djamaluddin di akun Facebooknya. (*)

Sumber: bandung.suara.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)