BANGKINANG, datariau.com - Penindakan terhadap pelaku pembalakan hutan secara liar atau ilegal logging serta industri kayu atau somel di Kabupaten Kampar belum seperti diharapkan. Hal ini dikarenakan masih banyaknya persoalan yang harus dihadapi Satuan Tugas Polisi Kehutanan Kampar dalam melakukan penindakan.
Hal ini diakui Kepala Satgas Polhut Kampar Salman Drajat Sitompul SH, saat berbincang dengan datariau.com pada Jumat (25/4/2015) malam. Menurutnya, ia beserta tim akan tetap berupaya bekerja maksimal walau di tengah keterbatasan.
"Terus terang, kita masih serba terbatas. Dengan personil hanya 12 orang itu sudah termasuk saya, kita kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap aksi illog dan industri kayu di Kampar ini, namun kita tetap upayakan agar maksimal," ungkap Salman.
Diterangkannya, pahit manis dalam penindakan pelaku illog dan industri kayu ilegal di lapangan sudah menjadi santapan Salman dan personilnya. Bahkan menurutnya, tak jarang setiap penindakan terhadap pelaku illog dan pemilik somel ilegal, pihaknya diancam.
"Sering pos kita dibakar karena pelaku illog merasa tidak puas dengan tindakan kita. Namun kita tetap akan melakukan penindakan terhadap pelanggaran," ujarnya.
Diakui Salman, memang saat ini somel ilegal masih menjamur di Kabupaten Kampar, pihaknya tetap melakukan upaya penertiban yang diawali dengan pendekatan persuasif dan pembinaan.
"Di sisi lain mereka ini (pemilik somel ilegal) melanggar. Namun di sisi lain pula keberadaan mereka diperlukan masyarakat, jadi kita serba salah jadinya," tutur Salman.
Pun demikian, sedapat mungkin Polhut berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam melakukan penindakan terhadap seluruh pelanggaran. Saat ini sudah ada Tim Berantas Illog di Kabupaten Kampar yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Ibrahim Ali.
"Cukup membantu dengan adanya tim ini. Kita lebih sering melakukan penindakan. Sekarang kantor kita seperti lautan kayu karena banyaknya kayu hasil sitaan kita," papar Salman.
Salman berharap agar kedepan dari pemerintah ada upaya serius dalam pemberantasan illog ini sehingga dapat saling bahu membahu dalam mensukseskannya. Kemudian personil dan kelengkapan Polhut semakin dimaksimalkan demi terwujudnya kinerja yang lebih maksimal lagi. (rik)