PEKANBARU, datariau.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) menginformasikan potensi pengaturan pasokan listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Provinsi Riau pada 26 Oktober hingga 3 November 2026. Langkah ini dipertimbangkan menyusul pekerjaan pemeliharaan fasilitas gas di Jambi Merang yang berdampak pada pasokan gas untuk sejumlah pembangkit listrik di Sumatera Bagian Tengah.
Dalam keterangan resminya tertanggal 25 Oktober 2026, PLN menjelaskan bahwa berkurangnya pasokan gas berpotensi menurunkan kemampuan pembangkit dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama pada jam beban puncak.
PLN menyebutkan bahwa listrik merupakan kebutuhan penting yang menopang aktivitas rumah tangga, kegiatan usaha, pelayanan publik, serta berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
Untuk meminimalkan dampak keterbatasan pasokan energi primer tersebut, PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber pasokan listrik yang tersedia. Upaya ini termasuk mengusahakan pengoperasian pembangkit dengan bahan bakar alternatif serta meningkatkan koordinasi dengan pengelola pasokan gas dan pihak terkait.
Namun, apabila pasokan listrik belum mencukupi kebutuhan, PLN mungkin perlu melakukan pengaturan pasokan listrik secara bergilir dan terencana sebagai langkah terakhir. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kestabilan sistem kelistrikan sekaligus mencegah gangguan yang lebih luas.
Berdasarkan informasi PLN, potensi pengaturan listrik diperkirakan berlangsung pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, dengan estimasi durasi penggiliran sekitar empat jam. Sejumlah wilayah di Provinsi Riau berpotensi terdampak secara bergiliran.
Sementara itu, informasi mengenai lokasi dan jadwal pengaturan pasokan listrik akan disampaikan melalui kanal resmi PLN. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi terbaru agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
PLN Imbau Masyarakat Lakukan Persiapan
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan apabila pengaturan pasokan listrik dilakukan, PLN mengimbau masyarakat mempersiapkan kebutuhan penting, terutama sumber penerangan alternatif yang aman. Masyarakat juga diminta memperhatikan kebutuhan anggota keluarga yang memerlukan perhatian khusus.
Selain itu, warga disarankan mematikan atau mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko ketika pasokan listrik kembali normal.
Bagi masyarakat yang menggunakan generator set (genset), PLN mengingatkan agar peralatan tersebut dioperasikan di ruang terbuka dengan ventilasi memadai. Genset juga tidak boleh dihubungkan langsung ke instalasi PLN tanpa perangkat pengaman yang sesuai.
PLN turut meminta masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi sistem kelistrikan dan jadwal pengaturan pasokan listrik di wilayah masing-masing.
PLN Sampaikan Permohonan Maaf
PLN menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas masyarakat yang mungkin terjadi akibat kondisi tersebut.
Perusahaan menyatakan seluruh jajaran terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, mempercepat penanganan, serta menyampaikan informasi secara terbuka agar masyarakat dapat melakukan persiapan dengan lebih baik.
PLN juga mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat dalam menghadapi kondisi pasokan energi tersebut. Dukungan pelanggan dinilai menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Untuk memperoleh informasi terkini mengenai jadwal dan wilayah terdampak, masyarakat dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.
Informasi ini merupakan potensi pengaturan pasokan listrik, sehingga masyarakat diharapkan tetap mengikuti pengumuman resmi PLN untuk memastikan jadwal dan wilayah yang benar-benar terdampak.***