Pembuat Mural Jokowi Diburu Polisi, Pemural Tuhan Aku Lapar: Jangan Lebay

Ruslan
1.141 view
Pembuat Mural Jokowi Diburu Polisi, Pemural Tuhan Aku Lapar: Jangan Lebay
Foto: Net

DATARIAU.COM - Komunitas Halfway Connection (HFC), pembuat mural Tuhan Aku Lapar di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang prihatin dengan sikap agresif aparat terhadap para pemural.

"Padahal kami (pemural) hanya menyampaikan ekspresi seni tidak menyinggung pihak manapun," kata perwakilan HFC, Deka Sike, Senin 16 Agustus 2021.

Hal ini disampaikan Deka menanggapi viral mural dengan wajah mirip Jokowi dengan bagian matanya tertutup tulisan 404: Not Found. Mural di bawah jembatan di kawasan Batu Ceper menuju arah Bandara Soekarno-Hatta ini kemudian dihapus polisi.

Belakangan polisi menelusuri dan mencari pembuat mural. "Saya mau tanya nasionalisme Anda jika presidennya 'dibegitukan'. Presiden itu lambang negara, ini bukan soal ketertiban tapi penghinaan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Tangerang Komisaris Abdul Rachim.

Anggota komunitas HFC tersebar banyak di berbagai daerah, termasuk Tangerang Raya. Deka memastikan pemural berkarya sebagai bentuk ekspresi diri dalam bentuk seni.

"Tapi jika memang melanggar silakan ditindak," ujarnya.

Hanya saja, menurut Deka, tindakan polisi yang memburu pembuat mural dan menghapus karya mereka, berlebihan. "Karena pekerjaan polisi masih sangat banyak."

Sebuah mural bertuliskan Tuhan Aku Lapar yang terpampang di Jalan Raya Arya Santika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang viral di media sosial pada 24 Juli lalu. Kalimat dengan huruf kapital berwarna putih mengkilat berukuran jumbo itu sempat terpampang jelas dan diabadikan sejumlah pengguna jalan.

Menurut Deka, ada sekitar 15 orang pemural yang ikut menuliskan kalimat Tuhan Aku Lapar sepanjang 12 meter itu dalam waktu empat jam.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)