Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Siak Tujuan Pelayaran KRI Dewaruci

Hermansyah
659 view
Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Siak Tujuan Pelayaran KRI Dewaruci
Penampilan panggung pada pergelaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, di Siak Sri Indrapura.

SIAK, datariau.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud) melalui Pamong Budaya Ahli Utama Siswanto dan rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, kunjungan ke Kabupaten Siak.

Dimana kunjungan ini, dalam rangka bersinergi bersama Pemkab Siak serta menyampaikan pergelaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024.

Kehadiran rombongan Budaya Jalur Rempah di Siak, disambut langsung Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM di dampingi Sekda Siak Drs H Arfan Usman MPd, Dandim 0322/Siak Riyanto Budi Nugroho, di halaman Panggung Siak Bermadah Kota Siak Sri Indrapura.

Diawali dengan makan malam bersama sambil menikmati keindahan Istana Siak dan Kota Siak Sri Indrapura pada malam hari.

?Muhibah Budaya Jalur Rempah ini, kerjasama antara Kemendikbud Ristek RI khususnya Dirjen Kebudayaan bersama TNI Angkatan Laut," kata Siswanto.

"Tentunya memiliki beberapa tujuan, pertama penguatan eksposur, yaitu literasi tentang publikasi bertemakan, 'Jalur Rempah dan Konektivitas Budaya Melayu, utamanya adalah Budaya Bahari Kawasan Negeri Melayu," ujarnya.

Dia menjelaskan tujuan kedua, yakni aktifitas ekosistem preservasi (pemeliharaan) lingkungan budaya dan bahari terutama masyarakat nelayan setempat, dimana KRI Dewaruci bersandar.

Dan yang ketiga, yakni aktivasi cagar budaya dan warisan budaya tak benda juga objek pemajuan kebudayaan lainnya.

"Dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah ini, kami selalu bekerjasama dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah, dimana kami berlabuh ataupun singgah," jelas Siswanto.

"Selain menampilkan kesenian, juga mengedukasi masyarakat sungai dan laut yang kita miliki, memiliki sejarah jalur rempah yang penting pada masanya, termasuk dalam membangun pelestarian serta kemajuan kebudayaan," ungkapnya.

Siswaanto mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Siak yang bersedia menyambut kehadiran para peserta jalur rempah dengan segala fasilitas yang telah diberikan.

Pada kesempatan itu, dia menyebutkan Muhibah Budaya Jalur Rempah tahun 2024 mengangkat khazanah budaya bertema, 'Jalur Rempah dan Konektivitas Budaya, Arung Melayu'.

"Muhibah Budaya Jalur Rempah tahun 2024, akan berlayar menelusuri jalur perdagangan rempah di kawasan barat Nusantara KRI Dewaruci, dengan membawa 153 orang yang terbagi atas laskar rempah, pewarta, fotografer, penggiat film, peneliti dan rombongan lainnya," imbuhnya.

"Pelayaran yang menggunakan KRI Dewaruci ini, akan menelusuri tujuh titik, di antaranya Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Siak, Sabang, Malaka, Tanjung Uban dan Lampung," terang Siswanto lagi.


Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM sebelumnya mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, di Kota Siak Negeri Istana.

"Atas nama Pemkab Siak, kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tinggi dengan dilaksanakan kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, bekerjasama dengan TNI AL," kata Husni.

Husni menjelaskan, sejarah mencatat sekitar abad 17-18 Sungai Siak atau di kenal dengan Sungai Jantan merupakan jalur niaga terpenting, menembus belantara Sumatera yang kaya akan hasil alamnya.

Dikatakan Husni, seperti gaharu, batu geliga dan kapur barus. Memang dalam wacana besar jalur rempah, keberadaan sungai ini sering diabaikan. Karena, orang cenderung melihat Selat Malaka sebagai jalur yang seolah berdiri tunggal.

"Padahal Sungai Siak ini merupakan jalur penting di mana Johor, Belanda dan Pagaruyung saling berebut peran dan pengaruh. Karena, kekayaan alamnya berikut aktivitas niaga yang tumbuh di sepanjang tepiannya," jelas Husni.

"Hal itu didukung dengan kedalaman dan lebar sungai yang ideal sebagai jalur perdagangan utama pada abad-abad lampau di kawasan Sumatra Timur," ujarnya.

Husni meminta kepada seluruh peserta alur rempah, agar membantu promosikan Kebudayaan, bangunan maupun situs sejarah, cagar budaya, kebudayaan, pariwisata Kabupaten Siak dan lainnya melalui akun media sosial masing-masing.

"Saya mendapatkan informasi, bahwa salah satu kualifikasi dari peserta Jalur Rempah adalah follower di media sosial memiliki jumlah yang memadai," jelas Husni lagi.

"Oleh karena itu, saya berharap dan meminta kepada para peserta untuk membantu mempromosikan apa yang ada di Kabupaten Siak, seperti budaya, bangunan sejarah, pariwisata dan lain sebagainya," imbuhnya.

Karena ada salah satu benda di Istana Siak, yakni komet (alat pemutar musik), hanya terdapat 2 di dunia, yakni di Siak dan di Negara Jerman.

"Akan tetapi yang masih berfungsi hanya yang berada di Istana Siak, sementara yang di Jerman sudah tidak berfungsi," pungkasnya.

Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 ini, selain dihadiri langsung Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui Pamong Budaya Ahli Utama Siswanto juga dihadiri koordinator program Muhibah Budaya Jalur Rempah, Kemdikbud Ristek RI Yusnawati.

Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Riau dan Kepulauan Riau Jumhari, Komandan KRI Dewaruci Rhony Lutviadhany, Kepala Dinas Kebudayaan Riau Yoserizal Zen, Dandim 0322/Siak Riyanto Budi Nugroho, Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi SIK MSi, tokoh dan para budayawan serta tamu undangan.

Sementara Kabupaten Siak, terdapat 29 Laskar Rempah yang berasal dari 38 provinsi se-Indonesia, dengan menampilkan berbagai ragam tarian tradisional nusantara. Dilanjutkan dengan penampilan Reog Ponorogo dan Pencak Silat oleh Anggota TNI AL merupakan awak KRI Dewaruci, ditutup dengan penampilan Riau Rhythm.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)