Menteri Kesehatan Inggris Mengundurkan Diri Setelah Terbukti Melanggar Prokes

Admin
243 view
Menteri Kesehatan Inggris Mengundurkan Diri Setelah Terbukti Melanggar Prokes
Gambar: Tempo.co
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock berbicara pada konferensi pers digital COVID-19 di 10 Downing Street di London, Inggris 2 April 2020. [Pippa Fowles / 10 Downing Street / Handout via REUTERS]

DATARIAU.COM - Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Sabtu, 26 Juni 2021, mengumumkan mengundurkan diri setelah dia tertangkap melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan mencium dan memeluk seorang ajudan di kantor Kementerian Kesehatan Inggris. Tindakan Hancock membuat marah rekan kerja dan masyarakat Inggris yang hidup di bawah aturan lockdown.


Hancock menulis surat ke Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahwa dia akan mengundurkan diri. Dalam suratnya, dia menyebut sudah mengecewakan banyak orang.


Pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Hancock telah mengguncang publik Inggris mengingat Inggris telah menjadi salah satu negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.


Rekan kerja Hancock dari kubu Konservatif, yang duduk di kursi parlemen, sebelumnya menyerukan Hancock agar mengundurkan diri. Seruan itu muncul setelah surat kabar Sun pada Jumat, 25 Juni 2021, mempublikasi foto-foto Hancock, menyambut seorang perempuan, yang ditunjuknya untuk menjadi auditor pajak di Kementerian Kesehatan Inggris.


“Kami yang membuat peraturan ini harus mematuhi aturan dan itu lah mengapa saya memutuskan mengundurkan diri,” kata Hancock, 42 tahun, yang sudah berstatus menikah.


Posisi Hancock saat ini diisi oleh Sajid Javid, mantan Menteri Keuangan Inggris yang sangat berpengalaman di bidang pemerintahan, namun orang baru di dunia kesehatan. Javid terpaksa hengkang dari kursi Menteri Keuangan Inggris apa awal 2020 lalu ketika dia dikalahkan dari Dominic Cummings, yang lebih senior.


Javid akan bertugas menjalankan layanan kesehatan Inggris pulih dari pandemi Covid-19 dan bersiap menghadapi kemungkinan gelombang infeksi baru. Beberapa kasus mulai naik pada akhir bulan lalu.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)