LAMR dan MTKESMKK, LLMB Serta LHMR Siap Bersinergi, Ini yang Akan Dilakukan

Samsul
149 view
LAMR dan MTKESMKK, LLMB Serta LHMR Siap Bersinergi, Ini yang Akan Dilakukan

BAGANBATU, datariau.com - Demi untuk kemajuan dan bersatunya melayu di Riau, khsusnya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir LAMR dan MTKESMKK, LLMB serta LHMR siap Bersinergi dalam berbagai hal.

Demikian hal ini disampaikan 4 organisasi Melayu ini disebuah acara Silahturami Gedung LAMR Kecamatan Bagan Sinembah, Ahad (3/10/2021). Banyak hal yang disampaikan dari pengurus masing-masing. Namun tetap satu tujuan, agar melayu bersatu di Negeri sendiri.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Harian LAMR Kecamatan Bagan Sinembah Datuk H Syafrizal, dia ingin bagaimana melayu ini selalu bersatu, dan menjadi tuan dirumah sendiri dan tidak menjadi penonton.

"Lembaga Adat Melayu Riau ini setatusnya berbadan hukum resmi sebagaimana lembaga-lembaga yang lain. Namun, disamping dasar hukum ada peraturan Gubernur yang mengikat isi peraturan Gubernur Riau itu adalah setiap organisasi yang ada di Provinsi Riau wajib dan tunduk dan taat norma lembaga adat melayu Riau. Tapi tidak mengatur rumah tangga organisasi itu, " sebut H Syafrizal.

Mak dari itu dia berpesan kepada organisasi yang ada di Kecamatan Bagan Sinembah untuk dapat menghargai Adat Riau. Jika ada kehadiran tamu besar datang sebuah acara di Bagan Sinembah itu seharusnya LAMR yang menyambut sesuai adat di Tanah Melayu itu.

"Perlu kami sampaikan, jika Lembaga Adat Melayu Riau diundang dalam sebuah acara apapun, perlu diketahui Tokoh Adat itu duduk harus paling depan, bukan diletakan di belakang, apa lagi tidak di kasi tempat duduk dan harus mencari tempat sendiri. Jelas ini melangar norma adat, diharakan kedepan tidak pernah terjadi, maka dari itu sebelum membuat sesuatu beritahu dulu dan jika ada kegiatan beri tahu dulu, baik kepada organisasi yang ada maupun pemerintah setempat," ujarnya.

Harapan juga disampaikan kepada masyarakat Melayu, mari bersatu, walaupun banyak organisasi melayu, namun tetap satu. "Insa allah, jika bersatu kita akan kuat. Mulai dari kalangan muda, hingga tua," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampikan Datuk Ketua RMB LHMR Wilayah Rokan Hilir Abdul Karim, dia menilai melayu di Bagan Sinembah akan kuat. Jika bersatu bersama, baik dari LAMR dan MTKESMKK, LLMB serta LHMR.

"Kami berharap dari RMB LHMR marilah kita nantinya untuk menyatukan visi dan misi kita warga Melayu di Kecamatan Bagan Sinembah. Karena bromter Kecamatan Bagan Sinembah ini segala organisasi di Kecamatan Bagan Sinembah ada, kami dari laskar siap jadi pagar melayu," katanya.

Abdul Karim meminta agar selalu jaga kekompakan dan jangan ada lagi antara suku melayu sikut menyikut. "Apa bila ini terjadi kita tetap ketinggalan dengan yang lain. Agar hal itu tidak terjadi maka harus bersatu," ujarnya.

Kedepan, jika ada mau pengajuan ayo bersama-sama. Agar dilihat kompak, dan kerjasama yang baik.

"Alhamdulillah, LHMR dapat bedah rumah bulan 10 ini kita mendapat 20 unit bedah rumah sekabupaten Rokan Hilir ini, selain itu LHMR juga mendapat replating sawit, kami juga mengajak LMB nanti bersama-sama kita untuk membesarkan ini," pungkasnya.

Kemudian Ketua LLMB DPC Bagan Sinembah Panglima Bungsu Deni mengatakan, mengapa anak muda di Kecamatan Bagan Sinembah mengambil LLMB, tujuan untuk mencari sampan apa yang mau dibuat dari kalangan muda anak melayu bisa terarah kedepanya.

"Alhamdulillah, Anggota sekitar 120 orang sekitar 50 adalah di usia 40 an kebawah. Kita sangat berharap besar dari adat melayu dapat tunjuk ajarnya kepada kami yang masih muda ini.
Kita siap sinergi dengan semua organisasi melayu di bagan sinembah. Demi kemajuan melayu ini. Visi misi ingin perkenalkan melayu di bagan sinembah untuk bidang seni budaya. Apalah gunanya kami muda ini tampa binaan dari yang tua. Kalau tidak yang muda bergerak siapa lagi untuk generasi penerusnya," papar Deni.

Ketua DPH Majelis Kerapatan Empat Suku Melayu Kenegian Kubu, Nurdin Muhammad Tahir juga mengatakan, dirinya sangat setuju jika saling Sinergi bersama untuk angkat marwah melayu ini. Jangan di angap selama ini diam.

"Saatnya kita bangkit, dan tunjukan kalau kita ada. Alhamdulillah, saat ini kami tengah berjuang
hak ulayat masyarakat hukum adat dari Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu pada Kesultanan Siak Sri Inderapura yaitu Suku Hamba Raja, Suku Rao atau disebut juga Suku Rawa, Suku Bebas, dan Suku Haru yang telah mendiami kawasan Kenegerian Kubu sejak tahun 1666 dimana keempat Suku Melayu tersebut masih memiliki kepemimpinan secara turun temurun dan masih menjalankan upacara-upacara adat serta memiliki hukum adat pertanahan secara rinci tentang hak-hak dan batas-batas yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Bahwa Babul Qawaid adalah konstitusi tertulis Kesultanan Siak Sri Inderapura yang berarti Pintu Segala Pegangan yang menguraikan tentang hukum yang dikenakan pada Suku Melayu maupun bangsa lain yang berhubungan dengan Suku Melayu," kata Datuk Nurdin.

Lanjut Nurdin, untuk pembuktian kebenaran adanya hak ulayat masyarakat hukum adat dari Empat Suku Melayu Kenegerian Kubu yaitu Suku Hamba Raja, Suku Rao atau disebut juga Suku Rawa, Suku Bebas, dan Suku Haru, maka pada tanggal 28 Oktober 2002 Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) menugaskan Tim untuk mengukur ulang hak ulayat tersebut dengan Surat Tugas Nomor : KP.07.03/10-PDRTR/X/2002 yang merujuk pada Adatrechtbundels XVIII : Gemengd yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia halaman 299 sampai dengan 306.

Permasalahan ini sudah diserahkan berkas tentang permasalahan tanah ulayat kepada Panitia Kerja (Panja) DPR RI, DPR Provinsi, dan ke DPRD Kabupaten Rohil. Penyerahan berkas itu diserahkan disela-sela kegiatan kunjungan kerja Panja di Kantor Gubernur Riau terkait evaluasi HGU, HGB dan HPL di Pekanbaru, Senin (13/09/2021) kemarin," ujarnya.(sul)