BANGKINANG KOTA, datariau.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif tahun 2024 bertema "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu" bertempat di aula SMA Muhammadiyah Bangkinang, Kamis (14/4/2022).
Acara diikuti 50 peserta terdiri dari perwakilan organisasi masyarakat, media massa dan beberapa tokoh masyarakat.
Ketua Bawaslu Provinsi Riau Rusidi Rusdan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini baru diadakan oleh Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Kampar.

Pada kesempatan itu juga Rusidi juga menyampaikan pidato Presiden RI beberapa hari yang lalu, tentang penyelenggaraan pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 dan tanggal 27 November 2024. Semua itu dilaksanakan berdasar dan tunduk kepada undang-undang.
"Tentunya sebelum itu dilaksanakan, akan banyak tahapan-tahapan yang akan dilalui. Itu semua diperlukan akses untuk menyampaikan ke masyarakat. Itulah gunanya kolaborasi antara Bawaslu dengan berbagai elemen masyarakat yang nantinya bisa ikut menyebarluaskan ke masyarakat," terang Rusidi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Kampar Syawir Abdullah menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah menandakan bahwa pemilu akan resmi dilaksanakan pada tahun 2024. Dan kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara Bawaslu dengan elemen masyarakat.

Hadir juga dalam kegiatan itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar Maria Ari Beni sekaligus bertugas sebagai narasumber. Hadir pula komisioner Bawaslu Kampar yakni Marhaliman, Edward, M Amin dan Witra Yeni.
Ketua KPU Kabupaten Kampar Maria Ari Beni dalam pemaparannya menegaskan, KPU Kampar sebagai penyelenggara pemilu siap menyongsong pelaksanaan pemilu 2024. Tahapan pemilu yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota dimulai pada Agustus 2022. Karena Kampar tidak melaksanakan pilkada pada tahun 2020 lalu, maka KPU Kampar melaksanakan data pemilih berkelanjutan. Kampar termasuk dalam tiga daerah yang tidak melaksanakan pilkada serentak pada tahun 2020 bersama Pekanbaru dan Indragiri Hilir, akan tetapi KPU Kampar sejak 2020 tetap memiliki tahapan yakni melakukan pendataan pemilih berkelanjutan.
"KPU Kampar telah berusaha meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2024 mendatang dan membersihkan data pemilih tetap pada 2019. Misalnya menghapus orang yang sudah meninggal setelah pemilu 2019 dari daftar pemilih dalam data pemilu berkelanjutan, menghapus para remaja yang lulus TNI dan Polri dan memasukkan para pensiunan TNI/Polri dalam daftar calon pemilih untuk pemilu 2024," terangnya.
Berdasarkan rekapitulasi PPDB Kabupaten Kampar periode Maret 2022, jumlah pemilih di Kampar yaitu sebanyak 476.300 orang dengan rincian 241.456 orang pemilih laki-laki dan 234.844 pemilih perempuan.
KPU terus berupaya mendapatkan data pemilih yang berkualitas adalah melaksanakan sosialiasi di 250 desa dan kelurahan di 21 kecamatan. Kegiatan ini berjalan sukses berkat kerjasama KPU dengan Bawaslu dan Pemkab Kampar. (das)