BENGKALIS, datariau.com - Pemerintah Desa Deluk, Kecamatan Bantan, mempersempit penyebaran virus covid 19 di wilayah Desa Deluk, Kecamatan Bantan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meniadakan open house lebaran dan barakan.
Kepala Desa Deluk, Azman, didampingi Bhabinkamtibmas, saat berbincang dengan datariau.com kemarin, dirinya menyebutkan bahwa lebaran tahun ini berbeda dengan suasana normal sebelum adanya Covid-19.
Karena diperketat semua aktivitas kegiatan masyarakat dalam pelaksanaan perayaan idul fitri di masa pendemi, itu sesuai surat edaran yang dibuat pemerintah.
"Sesuai surat edaran dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, kegiatan open house atau halal bi halal, berkunjung dari rumah ke rumah untuk di Desa Deluk memang sudah kita kasih imbauan, supaya tidak melaksanakan," ungkap Azman.
Hal itu guna melaksanakan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 800/2784/ SJ tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadhan, dan juga Kegiatan Open House/Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021, dan Surat Edaran Bupati Bengkalis Nomor: 1080/SE/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Sempena Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 di masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bengkalis.
Dimana sebelum sampai hari H Lebaran, pihak pemerintah Desa Deluk sudah melakukan rapat di desa, membahas tentang larangan kegiatan open house atau barakan.
Dalam kesempatan itu, Azman juga menyampaikan bahwa berbagai cara yang dilakukan pemerintah Desa Deluk untuk memutuskan mata rantai penyeberan virus.
Mulai dari penyemprotan disinfektan di berbagai sudut, pemberian vitamin kepada masyarakat, serta pengecekan suhu tubuh bagi warga.
"Kita sudah lakukan tentang apa yang diintruksikan kan oleh pemerintah, mulai dari penyekatan, penyemprotan di tempat keramain, pembatasan kerumunan, membagikan masker, serta masih banyak kegiatan lainnya lagi," terang Azman.
Sementara itu, dari hasil pantauan datariau.com, meskipun sudah dilarang, namun warga setempat tetap melakukan barakan dari rumah ke rumah di sejumlah daerah, khususnya di dusun Penampar.
Dalam bahasa setempat, barakan bermakna rombongan. Biasanya ratusan warga dalam satu dusun datang bergerombol ke tiap rumah warga yang merayakan Idulfitri.
Karena semua rumah harus dikunjungi, warga otomatis silaturahmi penuh waktu dari pagi sampai sore selama 3-4 hari lebaran.
Warga Pulau Bengkalis masih melestarikan tradisi lebarannya yang penuh kekerabatan. Pesannya jelas, membagi makanan yang dipunya untuk siapa saja tanpa melihat status sosial dan dalam rangka mengenal para tetangga satu kampung. (ris)