Kasus Saldo Nasabah Hilang Rp38,4 Juta Viral, BRI Suruh Nasabahnya Hapus Postingan

Ruslan
2.038 view
Kasus Saldo Nasabah Hilang Rp38,4 Juta Viral, BRI Suruh Nasabahnya Hapus Postingan
Ilustrasi: Warga keluar dari Galeri ATM BRI di Kota Kediri, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/ama/aa.

3. Tidak Ada Jaminan Tidak Terulang Lagi

Mengenai hak tidak berulang lagi, menurut Marsen ini lebih parah.

"Bahkan sesudah ada pemberitahuan bahwa dana sudah dikembalikan, saya masih diliputi ketakutan. Sebabnya, sewaktu-waktu hal yang sama bisa terjadi lagi pada rekening saya. Tidak ada kepastian tidak akan berulang. Ini terkait dengan kenyataan bahwa BRI tidak memberi informasi rinci dan lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi," tulisnya.

Marsen pun merasa beruntung karena punya cukup banyak teman yang bekerja sebagai jurnalis, pengacara, dan yang cukup melek medsos, yang dengan sigap membuat kasus ini jadi viral.

"Tapi saya membayangkan begitu banyak orang nasabah BRI yang akan bingung dan galau kalau mengalami kasus saya," katanya.

Maka, alih-alih berterimakasih ke pejabat BRI yang menghubunginya tadi pagi, Marsen justru berterimakasih kepada teman-temannya yang ikut membuat kejadian ini viral di media sosial.

"Ini sebentuk people-power di jaman digital ini. Tapi, masak respons cepat tiap kali menunggu sesuatu menjadi viral? Ayolah, BRI..masak begitu saja," ujarnya.

BRI sendiri sudah menanggapi kasus ini melalui Pemimpin Cabang BRI Yogyakarta Katamso, Rahmad Budi Sulistia.

Rahmad bilang, apa yang menimpa Marsen adalah tindak kejahatan skimming. Dan BRI telah mengganti kerugian Marsen.

"Ybs merupakan korban tindak kejahatan skimming, sehingga BRI telah melakukan penggantian atas kerugian nasabah tersebut," ujar Rahmad.

Untuk memerangi kejahatan skimming, BRI, kata Rahmad, telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangkap sindikat kejahatan skimming, di mana tidak hanya nasabah yang menjadi korban.

BRI juga menghimbau nasabah agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan, rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM, dan juga menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi, dan sebagainya kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI.

"Di samping itu, apabila mendapat notifikasi melalui sms/email atas transaksi yang tidak dilakukan, nasabah agar segera menghubungi Contact BRI 14017/1500017 untuk melakukan disable/pemblokiran kartu ATM. Apabila hendak menggunakan ATM perbankan di manapun, agar selalu memeriksa kondisi sekitar dan kewajaran dari mesin ATM tersebut. Input PIN anda sembari menutup dengan tangan untuk menjaga kerahasiaan," ujar Rahmad. (*)

Artikel asli: INDOZONE.ID

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)