JAKARTA, datariau.com - Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. menegaskan bahwa masa depan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) tidak lagi cukup hanya ditempatkan sebagai unsur pendukung keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurut Prof. Reda, Satlinmas harus dikembangkan menjadi kekuatan strategis berbasis masyarakat yang mampu memperkuat ketahanan sosial, menumbuhkan semangat kebangsaan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Hal itu disampaikan Prof. Reda kepada awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Prof. Reda menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya mereka yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan, meneguhkan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa pada masa mendatang.
Gagasan tersebut sebelumnya disampaikan Prof. Reda saat menghadiri Apel Akbar Satlinmas dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).
Apel Akbar tersebut diikuti sekitar 8.000 anggota Satlinmas dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Kegiatan itu menjadi salah satu konsolidasi organisasi terbesar yang pernah diselenggarakan oleh ASLINMAS.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas ASLINMAS, Prof. Reda memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemampuan menghimpun ribuan anggota Satlinmas dalam satu kegiatan menunjukkan besarnya potensi Satlinmas sebagai kekuatan masyarakat yang dapat berkontribusi dalam menjaga ketenteraman, ketertiban, keamanan, serta persatuan bangsa.
“Besarnya partisipasi ini menunjukkan bahwa Satlinmas memiliki potensi luar biasa sebagai kekuatan masyarakat,” ujar Prof. Reda.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran DPD ASLINMAS dan ABPEDNAS Jawa Tengah atas perkembangan organisasi yang dinilainya cukup pesat.
Capaian jumlah anggota ASLINMAS di Jawa Tengah yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia, menurut Prof. Reda, harus menjadi modal penting untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program yang konkret dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, S.H., M.H. sebagai Ketua DPD ASLINMAS Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Pembina ABPEDNAS Jawa Tengah.
Bersamaan dengan itu, kepengurusan ABPEDNAS di enam kota turut dikukuhkan. Dengan pengukuhan tersebut, struktur organisasi ASLINMAS dan ABPEDNAS telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Tak Cukup Besar, Organisasi Harus Hadirkan Manfaat
Prof. Reda menegaskan, kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota maupun luasnya struktur kepengurusan.
Menurutnya, organisasi yang sehat harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi anggotanya sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Organisasi yang kuat bukan hanya besar secara jumlah, tetapi harus mampu menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Semangat tersebut, lanjutnya, telah mulai diwujudkan ASLINMAS dan ABPEDNAS melalui sejumlah program pemberdayaan ekonomi.
Di antaranya pengembangan usaha Ayam Petelur Bahagia di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Karanganyar, budidaya ikan air tawar berbasis bioflok, pembangunan greenhouse, serta berbagai kegiatan ekonomi produktif lainnya.
Program tersebut diarahkan untuk menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Prof. Reda menilai pendekatan pemberdayaan ekonomi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat akar rumput.
Karena itu, ia berharap Satlinmas tidak hanya dikenal sebagai unsur yang membantu menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga mampu menjadi organisasi yang menghadirkan nilai tambah bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
8.000 Anggota Terima Bantuan
Kepedulian terhadap kesejahteraan anggota juga ditunjukkan dalam rangkaian Apel Akbar tersebut.
ASLINMAS menyalurkan bantuan berupa Beras Bahagia, makanan kemasan Gracious Food, serta Kopi Jaga Desa kepada sekitar 8.000 anggota Satlinmas yang hadir.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para anggota Satlinmas yang selama ini berperan sebagai patriot pelindung masyarakat di tingkat akar rumput.
Selain itu, DPP ASLINMAS juga menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sejumlah mitra, yakni ANTAM, Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), Koperasi Jaga Desa, Nindya Karya, Hutama Karya, serta Artha Graha Peduli.
Bantuan tersebut berupa 21 unit bentor yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pemilahan sampah masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya mewujudkan Indonesia Asri.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa ASLINMAS dan ABPEDNAS berupaya membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat konkret dalam bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Penguatan kelembagaan yang dibarengi program nyata dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan memiliki daya saing.
Satlinmas Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Apel Akbar tersebut turut dihadiri berbagai pejabat negara, pimpinan kementerian dan lembaga, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan, DPD RI, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, BUMN, serta para mitra strategis ASLINMAS dan ABPEDNAS.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap penguatan peran Satlinmas sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional berbasis masyarakat.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika Sekretaris Jenderal ASLINMAS dan ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana membakar semangat ribuan peserta melalui yel-yel “JANGAN LUPA BAHAGIA”.
Yel-yel tersebut kemudian dijawab serempak oleh ribuan anggota Satlinmas hingga menggema di Stadion Pandanaran.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi simbol bahwa Satlinmas diharapkan tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi perekat persatuan serta penggerak optimisme masyarakat.
Mengakhiri kegiatan, Prof. Reda kembali mengajak seluruh jajaran ASLINMAS untuk menjaga semangat pengabdian kepada bangsa dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap langkah organisasi.
Melalui semangat “Patriot Pelindung Masyarakat”, ASLINMAS diharapkan semakin kokoh menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Semangat tersebut sejalan dengan salam penutup yang digaungkan dalam kegiatan tersebut: “ABPEDNAS Jaga Desa, Jaga Indonesia”.***