DATARIAU.COM - Komika Fico Fachriza ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Fico Fachriza diduga menggunakan tembakau sintetis gorilla.
Polda Metro Jaya menetapkan Fico Fachriza sebagai tersangka di kasus ini. Fico Fachriza terancam hukuman 4 tahun penjara karena menyimpan 4,8 gram tembakau sintetis.
Fico Fachriza ditangkap Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di rumahnya di Pancoran Mas, Depok, pada Kamis (13/1) malam. Dia kemudian dites urine dan hasilnya positif narkoba.
Fico Fachriza Menangis
Komika Fico Fachriza dihadirkan polisi dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (14/1) kemarin. Fico Fachriza dipakaikan baju tahanan berwarna oranye.
Tidak ada borgol yang mengikat tangannya. Awalnya Fico berjalan dengan tenang dari ruang penyidik.
Dia lalu ditampilkan di depan media sebelum konferensi pers dimulai. Namun, tidak berselang lama, komika itu tampak menangis.
Kepala Fico Fachriza tertunduk. Suara sesenggukan tangis Fico Fachriza terdengar jelas. Polisi lalu membawa kembali komika itu ke ruang penyidik.
Fico Fachriza Jadi Tersangka
Polisi menetapkan Fico Fachriza sebagai tersangka di kasus penyalahgunaan narkoba ini. Barang bukti tembakau sintetis dan hasil tes urine positif menjadi bukti polisi dalam menetapkan Fico Fachriza sebagai tersangka.
"Kemudian terkait kejahatan ini tentunya penyidik sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dengan berbagai pertimbangan ada barang bukti yang diamankan kemudian hasil tes urine (positif narkoba)," ujar Zulpan.
Fico Fachriza dipersangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Fico Fachriza terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.
Apa Itu Tembakau Gorila?
Tembakau gorila adalah satu dari sekian banyak sebutan untuk produk ganja sintetis. dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), Jakarta, menjelaskan ganja sintetis merupakan senyawa kimia cannabinoid yang awalnya diciptakan untuk kepentingan medis.
"Yang dimaksud ganja sintetis itu adalah synthetic cannabinoid. Jadi cannabinoid yang dibikin secara kimia, bukan cannabinoid alami yang terdapat dalam tanaman ganja," kata dr Hari pada detikcom dan ditulis Sabtu (15/1/2022).
"Synthetic cannabinoid ini awalnya dibuat oleh para ahli dalam rangka mencari obat untuk mengatasi multiple sclerosis, namun kemudian riset soal synthetic cannabinoid digunakan para sindikat untuk membuat narkoba," lanjutnya.
2. Beda Ganja Sintetis Vs Ganja Biasa
Bila ganja biasanya berbentuk daun yang sudah dikeringkan, ganja sintetis memiliki bentuk asli cairan atau serbuk. Biasanya ganja sintetis tersebut kemudian akan dicampur dengan tanaman seperti dagga liar atau semacamnya agar bisa dibakar seperti rokok.
Karena senyawa cannabinoid tersebut memang sengaja dibuat, efeknya pada otak bisa lebih kuat. Menurut dr Hari, tembakau gorila atau ganja sintetis bahkan bisa lebih kuat puluhan sampai ratusan kali lipat dari ganja biasa.
"Bentuk aslinya bisa cair atau serbuk, yang kemudian dicampurkan dengan tanaman seperti wild dagga atau tanaman-tanaman lain agar bisa dirokok kayak tembakau biasa. Bisa disemprotkan atau direndam dalam herbal mixture tadi," ungkap dr Hari.
3. Popularitas Ganja Sintetis
dr Hari mengakui ganja sintetis, seperti tembakau gorila, bisa jadi lebih populer dibandingkan ganja biasa. Salah satu alasannya karena ganja sintetis mudah ditemukan, punya efek lebih kuat, dan tidak memiliki bau yang khas.
"Menghindari deteksi, karena tidak sebau ganja yang kalau dibakar aromanya khas. Dan sering buat hindari urin tes biar tidak terdeteksi pake ganja," pungkasnya. (*)
Source: detik.com