Isu Sosial Ekonomi, Bupati Siak Dengarkan Pengarahan Presiden RI Terkait Langkah Pengendalian Inflasi di Jakarta

Hermansyah
614 view
Isu Sosial Ekonomi, Bupati Siak Dengarkan Pengarahan Presiden RI Terkait Langkah Pengendalian Inflasi di Jakarta
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi.

JAKARTA, datariau.com - Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi menghadiri pertemuan Kepala Negara bersama para Menteri, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Kepala Daerah, pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati se-Indonesia.

Pertemuan itu dalam rangka mendengarkan pengarahan Presiden RI, Joko Widodo terkait sejumlah isu sosial ekonomi terkini, berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (29/9/2022).

Alfedri bersama Gubernur dan Bupati/Walikota yang hadir, menerima beberapa instruksi dari Presiden RI, diantaranya terkait langkah pengendalian inflasi di daerah.

Selain itu, tindaklanjut aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, hingga sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

?Bapak Presiden dalam pertemuan tadi menyampaikan situasi sosial ekonomi global pada saat ini sulit diprediksi dan dikalkulasi sehingga membuat perekonomian negara-negara didunia kesulitan," kata Bupati Siak itu.

"Untuk itu, beliau minta semua pihak memiliki sense of crisis. Beliau meminta para kepala daerah dan pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir untuk bersama-sama berfikir detil dalam mengantisipasi berbagai potensi krisis, terutama krisis pangan yang dapat saja sewaktu-waktu mengancam dunia," jelas dia.

Alfedri menyebutkan, Presiden RI memberi penekanan secara khusus bahwa inflasi atau kenaikan barang dan jasa menjadi hal yang paling ditakutkan seluruh negara di dunia.

Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa diminta kompak menangani mulai dari pusat hingga daerah, sebagaimana pada waktu lalu bangsa Indonesia berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan bekerjakeras bersama.

?Misalnya untuk mengantisipasi tingginya inflasi pangan, setiap hari kita diminta untuk memantau Indeks Harga Konsumen (IHK) atau harga-harga bahan pangan untuk selanjutnya menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan didaerah," sebut Alfedri.

"Contohnya, jika harga harga bahan pangan naik karena produksi yang menurun misalnya, pemerintah daerah diminta melakukan intervensi kebijakan dengan gerakan mengajak petani menanam komoditi tersebut agar pasokannya cukup dipasaran," ujarnya.

Dikatakan Bupati Siak, para kepala daerah diminta untuk memperhatikan berbagai kendala dalam hal transportasi bahan pokok dari daerah produsen kepada daerah konsumen, yang menyebabkan ongkos angkut mempengaruhi harga jual pangan di pasaran.

?Presiden ingin semua pihak tidak hanya bekerja dalam hal-hal makro dan mikro, namun harus detil dan konkrit," kata Alfedri lagi.

Pemerintah telah mempersiapkan regulasi bagi pemangku kebijakan didaerah untuk menggunakan dana tak terduga dan dana transfer umum untuk menekan inflasi, misalnya Peraturan Menteri Keuangan dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.

"Selain itu, pemerintah pusat juga terus mendorong daerah melaksanakan aksi afirmasi bangga buatan Indonesia dengan membeli produk UMKM dan koperasi melalui e-katalog," pungkasnya.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)