MERANTI, datariau.com - Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Rangsang Barat (IPMKRB), Riva Ahmad Al Ghazaly, menyampaikan pernyataan sikap menyikapi adanya informasi mengenai peristiwa yang berkaitan dengan perilaku menyimpang sesama jenis yang menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Riva menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti perlu memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat harus terlebih dahulu ditelusuri dan diverifikasi berdasarkan fakta.
Menurutnya, apabila informasi atau peristiwa yang beredar tersebut terbukti benar, maka diperlukan penanganan secara serius, objektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengusut secara tuntas informasi dan peristiwa yang terjadi. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan tanpa penanganan yang jelas sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, pembinaan, edukasi, dan langkah pencegahan yang tepat,” ujar Riva Ahmad Al Ghazaly kepada datariau.com melalui rilis, Senin (5/10/2026).
Riva juga mendorong penguatan koordinasi serta peran Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dalam menangani persoalan sosial yang berkaitan dengan anak, remaja maupun lingkungan keluarga.
Menurutnya, pendekatan pembinaan dan pendampingan perlu dikedepankan agar persoalan sosial yang berpotensi meresahkan masyarakat dapat dicegah sejak dini.
Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya mengambil langkah setelah suatu persoalan terjadi. Upaya pencegahan melalui edukasi keluarga, pendampingan anak dan remaja, serta penguatan lingkungan sosial juga diperlukan.
“Penanganan harus dilakukan secara terukur. Jangan hanya berorientasi pada tindakan setelah kejadian, tetapi juga bagaimana membangun sistem pembinaan dan pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Selain Dinas Sosial dan P3A, Riva meminta Satpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti meningkatkan pengawasan terhadap ketenteraman dan ketertiban umum, terutama pada malam hari di sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan ketertiban.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus mencegah berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kami meminta Satpol PP meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari, di tempat-tempat yang memang menjadi titik rawan. Tujuannya bukan untuk melakukan tindakan sewenang-wenang, tetapi memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga serta mencegah terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan,” kata Riva.
Ia menambahkan, pengawasan harus tetap dilaksanakan sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan tindakan diskriminatif maupun pelanggaran terhadap hak masyarakat.
Di sektor pendidikan, Riva meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti memperkuat edukasi kepada guru, tenaga kependidikan, orang tua dan peserta didik.
Materi edukasi, menurutnya, dapat mencakup pendidikan karakter, etika pergaulan, kesehatan reproduksi, perlindungan anak serta penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.
Riva menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, edukasi kepada peserta didik perlu dilakukan secara ilmiah, persuasif, tidak menghakimi dan disesuaikan dengan usia.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman yang tepat mengenai batasan pergaulan, penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain, serta konsekuensi dari perilaku yang berisiko.
“Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan pendekatan yang mendidik. Guru bukan hanya menyampaikan pelajaran akademik, tetapi juga mempunyai peran penting dalam membangun karakter dan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab,” jelas Riva.
Lebih lanjut, Ketua Umum IPMKRB tersebut menegaskan perlunya sinergi lintas sektor antara Dinas Sosial, P3A, Dinas Pendidikan, Satpol PP, pihak sekolah, orang tua, tokoh masyarakat serta organisasi kepemudaan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar persoalan sosial tidak hanya ditangani ketika sudah muncul ke permukaan, tetapi juga dicegah melalui edukasi dan pembinaan secara berkelanjutan.
Riva mengatakan IPMKRB mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, sehat dan kondusif bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
Namun, ia menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus berdasarkan fakta yang telah terverifikasi dan tidak semata-mata bersumber dari rumor atau informasi yang belum terbukti.
“Kami berharap Pemda Kepulauan Meranti tidak menunggu persoalan ini menjadi lebih besar. Segera lakukan klarifikasi, penanganan, edukasi dan pencegahan secara terintegrasi. Generasi muda Meranti harus mendapatkan lingkungan pendidikan dan sosial yang sehat agar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas dan bertanggung jawab,” tutup Riva Ahmad Al Ghazaly.
IPMKRB juga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan proses klarifikasi dan penyelesaian sesuai hukum, tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri maupun menyebarluaskan identitas pribadi pihak-pihak yang belum terverifikasi keterlibatannya.***