SIGI, datariau.com - Festival Lestari merupakan wadah promosi dan perayaan gotong royong untuk pembangunan lestari bagi kabupaten anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), kembali hadir.
Dimana tahun ini, Pemkab Sigi dan Pemprov Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah Festival Lestari 2023 dengan mengusung tema, 'Tumbuh Lebih Baik'.
Festival Lestari kali ini, memasuki kelima kali penyelenggaraannya, menjadi wadah kolaborasi dan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, petani, generasi muda dan pemangku kepentingan lainnya untuk terlibat langsung dalam mengembangkan ekonomi lestari yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, selain sebagai ajang promosi bersama bagi Kabupaten Anggota LTKL serta mitra pembangunan atas perkembangan penerapan visi Kabupaten Lestari.
Tentu juga menjadi wadah bagi kabupaten tuan rumah untuk mewujudkan program dan komoditas serta potensi lestari lainnya.
“Alhamdulillah, saya bisa hadir di Sigi, Sulawesi Tengah mengikuti rangkain Festival Lestari 5 tahun 2023. Festival ini merupakan acara rutin yang di taja oleh anggota LTKL," kata Husni.
"Dan ini merupakan ajang promosi dan gotong royong multi pihak untuk pembangunan lestari bagi seluruh anggota LTKL," ujar Wabup Siak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/6/2023).
Husni menjelaskan sebelumnya Kabupaten Siak tahun 2019 juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival ini, kemudian lanjut di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dan pada 2021, diadakan di dua kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango.
"Melalui acara ini nantinya, membuka ruang diskusi bersama segenap pemangku kepentingan terkait investasi hijau di daerah, Promosi Produk UMKM, inovasi dan peluang-peluang lain yang bisa kita kerjasamakan," jelas Husni.
"Karena, disini hadir para kepala daerah, Pemerintah Pusat, pelaku usaha dan NGO nasional dan Internasional. Juga ada banyak rangkaian kegiatan yang bisa kita ikuti sampai hari minggu," ucap Husni.
Dikatakan Husni, Kabupaten Siak sendiri melalui forum LTKL telah melahirkan inovasi di tingkat kebijakan yaitu Siak Hijau yang di dalamnya mendorong prinsip-prinsip pelestarian lingkungan alam demi kesejahteraan masyarakat.
"Siak Hijau ini, sudah ada perdananya, dan ini menjadi acuan kita dalam penerapan Road Map (peta jalan) pembanguan lestari program Siak Hijau di Kabupaten Siak," sebut dia.
"Saat ini juga kita tengah menjalin kerjasama dengan SPLC terkait komiditas kelapa sawit berkelanjutan. Disini, Kabupaten Sigi juga sudah memiliki progam Sigi Hijau, ini sangat positif," kata Husni.
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan kabupaten yang memiliki cakupan hutan hampir 72 persen dari luas wilayahnya. Hal ini, membuat Kabupaten Sigi masuk dalam Forum Komunikasi Cagar Biosfer Lore Lindu.
Husni menyebutkan, setidaknya ada lima komoditas yang menjadi unggulan (yaitu kakao, kopi, durian, kemiri dan vanili). Dimana sebagian komoditas ditanam dengan memanfaatkan tutupan hutan.
Selanjutnya, dengan areal hutan yang luas, Kabupaten Sigi juga gencar mempromosikan ekowisata. Di mulai dari Danau Lindu yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu hingga olahraga paralayang terus dikembangkan.(***)