Hadapi Krisis Pangan dan Energi, Pemkab Siak Validasi Data Kerentanan dan Ketahan Pangan

Hermansyah
610 view
Hadapi Krisis Pangan dan Energi, Pemkab Siak Validasi Data Kerentanan dan Ketahan Pangan
Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Menghadapi krisis pangan dan energi yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok dan pangan Pemkab Siak melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan rapat tim verifikasi dan validasi Pemetaan Kerentana dan Ketahan Pangan (FSVA) tahun 2022.

Rapat ini dilaksanakan, bertujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi ketahanan pangan dan gizi di daerah-daerah yang terpantau rentan terhadap pangan dapat segera dilakukan intervensi, Kamis (15/9/2022).

Berdasarkan Keputusan Bupati Siak Nomor 227/HK/KPTS/2022 tentang pembentukan tim verifikasi dan validasi data pemetaan ketahanan dan kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas- FSVA) pada dinas ketahanan pangan kabupaten Siak tahun anggaran 2022.

Menyediakan dan menyampaikan informasi hasil pemantauan kepada pimpinan dan sektor terkait (vertikal dan horizontal) agar dapat dimanfaatkan di dalam penetapan sasaran penanggulangan kerentanan pangan wilayah secara tepat dan cepat.

Wakil Bupati Siak Husni Merza saat membuka acara tersebut menyampaikan untuk mengetahui situasi ketahanan dan Kerentanan pangan di wilayah Kabupaten Siak di perlukan data yang valid serta tim nantinya melaporkan secara berkala kepadanya pimpinan.

?Kami minta data di setiap kampung yang rentan pangan di laporkan, Kami berharap ada data yang benar-banar tervalidasi, yang bisa di jadikan dasar kami dalam mengambil kebijakan," kata Husni.

Hal itu disampaikan Husni, pada rapat tim verifikasi dan validasi Pemetaan Kerentana dan Ketahan Pangan (FSVA) Kabupaten Siak tahun 2022, yang berlangsung di Ruang Rapat BAPPEDA Kabupaten Siak, Kamis (15/9/2022).

Husni menambahkan, rapat ini sangat penting, pemerintah daerah harus memiliki cadangan pangan beras. Jika dihitung produksi padi dari sawah yang dimiliki saat ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Siak.

?Makanya kita masih bergantung dengan beras dari beberapa daerah di luar Riau, karena peroduksi beras dari hamparan sawah yang kita miliki belum dapat memenuhi kebutuhan 459 ribu jiwa penduduk Kabupaten Siak," ujar Wakil Bupati Siak itu.


"Dan tidak semua orang Siak bisa makan beras dari Bungaraya atau Sabak Auh. Ada yang seleranya makan beras anak dara, Naruto dan Putri Palembang, inilah kondisi yang kita alami sekarang,? ungkapnya.

Rapat ini dilakukan dalam rangka menyikapi dua krisis yang dihadapi saat ini, pertama krisis pangan yang kedua krisis energi. Kenaikan harga BBM menyebabkan naiknya harga bahan pokok, mau tidak mau bahan pokok harus ada di rumah tangga warga, seperti beras cabe, bawang, garam dan minyak goreng.

?Diprediksi puncak krisis pada empat bulan kedepan, kita harus dapat mengendalikan ketersediaan bahan pokok beras di daerah termasuk harga yang terjangkau,? kata dia.

Makanya kemarin, kata Husni, saat rapat bersama Presiden melalui zoom metting disarankan kerjasama antar daerah, selain memitigasi berapa ketersediaan pangan. Kemudian dia minta data jenis beras apa saja yang di makan masyarakat Kabupaten Siak.

?Saya tak tahu nih, apakah kita punya data, beras apa saja yang di makan masyarakat kita apakah Ramos Super, Anak Daro, Belida, Putri Palembang dan lain-lain," sebut Husni Merza.

"Kalau bisa kita punya data secara berkala dilaporkan ke pimpinan, kemudian berapa sesungguhnya, beras di atas dalam satu bulan masuk ke Kabupaten Siak. Tujuannya mengantisipasi jika terjadi sesuatu hal, seperti putus jalan perbatasan Riau dan Sumbar apa yang terjadi di Siak, ini harus kita antisipasi juga,? urainnya.

Husni Merza minta melalui rapat tim ini, betul-betul melahirkan data yang valid, sebagai dasar untuk mengambil kebijakan saat ini dan kedepan. Karena kalau kerawanan pangan pasti dampaknya dengan harga atau harga tak terkendali.

?Jangan sampai ada masyarakat kita menjerit tak dapat beli beras. Pemerintah bertanggungjawab memastikan warganya punya beras dan bahan pokok tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau, itu intinya,? tutupnya.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)