Giliran PSI, Hanura hingga PBB Diundang Jokowi ke Istana

datariau.com
1.125 view
Giliran PSI, Hanura hingga PBB Diundang Jokowi ke Istana

DATARIAU.COM - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengundang ketua umum partai politik pendukung non-parlemen ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (1/8/2021). Dalam pertemuan itu, hadir ketua umum dan sekretaris jenderal dari PSI, PKPI, Hanura, Perindo, dan PBB.

Plt Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha mengungkapkan dalam pertemuan tersebut Jokowi membahas penanganan pandemik COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

?Pemerintah telah mengambil langkah yang benar dalam menyeimbangkan aspek kesehatan dengan ekonomi. Kami mendukung kebijakan gas dan rem pemerintah agar kesehatan tercapai, pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Tidak mudah pasti. Tapi kita tidak perlu berkecil hati karena hal sulit ini dialami seluruh negara di dunia ini,? kata Giring seperti dikutip dari siarana pers PSI, Rabu (1/8/2021).

1. PSI sarankan Bali dijadikan tempat karantina bagi penerbang internasional

Dalam kesempatan tersebut, PSI menyampaikan aspirasi dari para pengusaha, terutama pengusaha kecil, yang berharap kebijakan PPKM bisa bantu mendorong agar dunia usaha bisa pulih.

Giring memberikan contoh seperti di wilayah Bali. Selama di Bali, dia mengaku banyak sekali melihat usaha yang terdampak. Mulai dari Legian, Popies, Kuta Seminyak, dan tempat-tempat lain yang semula sangat menggerakkan ekonomi pariwisata, sekarang tutup total.

?Sepi, kosong, seperti kota hantu. Dalam kesempatan ini saya membawa aspirasi dari warga Bali agar semoga karantina dari penerbangan internasional dilakukan di Bali, bukan di Jakarta. Agar occupancy dari puluhan ribu kamar hotel di sana dapat mulai terisi oleh turis-turis yang dikarantina,? ujar Giring.

Mendengar usalan dari PSI menjadikan Bali sebagai tempat karantina penerbangan internasional, ia mengatakan Jokowi akan membahasnya di sidang kabinet.

2. Jokowi kondisi COVID-19 di RI ke parpol pendukung

Dalam penjelasannya, Jokowi menyampaikan sejumlah capaian pemerintah terkait penanganan COVID-19 ke para partai pendukung pemerintah. PSI menyebut, Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia tidak masuk 10 besar negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

"Yaitu Indonesia tidak masuk 10 besar negara dengan kasus COVID tertinggi, padahal secara jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, tergolong tujuh besar di dunia dalam program vaksinasi, dan pengendalian inflasi di kisaran 1,5 persen," tulis siaran pers PSI.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)