Dr Aidil Haris: Muflihun-Ade Hartati Punya Peluang Besar Menang Pilwako Pekanbaru 2024, Ini Alasannya

datariau.com
2.116 view
Dr Aidil Haris: Muflihun-Ade Hartati Punya Peluang Besar Menang Pilwako Pekanbaru 2024, Ini Alasannya
Paslon nomor urut 1 Muflihun - Ade Hartati Rahmat dinilai memiliki peluang besar memenangkan Pilkada Pekanbaru tahun 2024.

PEKANBARU, datariau.com - Pengamat Komunikasi Politik Dr Aidil Haris meyakini Paslon nomor urut 1 Muflihun - Ade Hartati Rahmat memiliki peluang besar memenangkan Pilkada Pekanbaru tahun 2024 ini.

Dikatakannya, dari 5 Pasangan Calon yang menjadi kontestan Pilkada Kota Pekanbaru tahun 2024, hanya ada 3 yang memiliki kekuatan besar dan bisa diperhitungkan.

Ketiga Paslon tersebut, kata Aidil, yakni Paslon nomor urut 1 Muflihun - Ade Hartati Rahmat, Paslon Nomor urut 5 Agung Nugroho - Markarius Nawar serta Paslon Nomor urut 3 Ida Yulita Susanti - Kharisman Risanda.

"Memang beda-beda potensi dan kekuatan yang dimiliki. Kalau Muflihun, selain Ade Hartati punya basis, Muflihun atau Uun itu punya simpatisan yang sangat militan sekali yang tidak bisa terpengaruh dengan isu apapun dengan berbagai isu serangan luar biasa yang menerpa Uun akhir-akhir ini, justru ini membuat kekuatan menjadi bertambah," kata Aidil, Sabtu (12/10/2024).



Dia menjelaskan, kondisi simpatisan solid itu sudah jauh terbangun ketika Muflihun menjadi Pj Walikota Pekanbaru 2 tahun. Dan masyarakat Kota Pekanbaru saat ini melihat Uun, lebih banyak action daripada ngomong.

"Itu dibuktikan dia langsung lewat aksi program nyata didukung pula oleh basis Ade Hartati yang kuat dan konsiten sampai saat ini. Sehingga ketika keduanya berpasangan dan bersinergi maju di Pilwako Pekanbaru 2024 ini jadi kekuatan yang menurut saya punya potensi besar untuk menang," tuturnya.

Baca juga: Sayembara Berhadiah Rp 5 Juta: Tangkap Perusak Baliho Muflihun-Ade Hartati


Kondisi justru berbeda dengan kekuatan yang dimiliki oleh Paslon nomor urut 5, Agung Nugroho dan Markarius Anwar. Menurutnya, ia melihat pasangan Agung Markarius nampak bergerak hanya PKS.

"Meskipun mesin PKS bergerak, tapi saya lihat gerak di bawah itu atau mesinnya itu tidak bergerak secara optimal. Kader Partai Demokrat justru tidak terlihat gerakannya, hanya mengandalkan Agung Nugroho saja. Tidak ada mesin partai di sini. Dan ini saya lihat agak riskan," ungkapnya.

Dari kacamata akademisi ini, dia justru melihat pasangan Agung dan Markarius mesinnya hanya bergerak secara parsial. Jika kondisi ini terus terjadi, besar kemungkinan Agung Nugroho bisa disalip oleh Muflihun.

"Itu yang mesti jadi perhatian bagi PKS dan Demokrat," terangnya.

Baca juga: PAN Pekanbaru All Out Menangkan Muflihun - Ade Hartati di Pilwako 2024


PKS kata dia, secara militansi sudah all out. Sayangnya, grassroots atau gerakan akar rumput tidak begitu melihat total untuk mendompleng Agung dan Markarius saat ini.

"Yang kita khawatirkan ada gap gap di Demokrat atau PKS itu sendiri dalam men-support pasangannya atau seperti apa saya kurang tahu. Tapi belum begitu kompak. Yang bergerak Agung-nya bukan Demokrat. Kalau Markarius masih mending ada PKS hanya belum total gerak mesinnya di grassroots," tegasnya.

Baca juga: Ade Hartati Rahmat Bersama Seribuan Relawan Luncurkan Kartu Anggota Organisasi KITA


Aidil melihat massa Muflihun ini justru militan bergerak terus. Pergerakan ini justru tidak tampak tapi terus bekerja di-support dengan basis kuat Ade Hartati.

"Ini nilai plusnya, jadi ketika ada lembaga survey sebut Agung unggul ini bisa saja berubah dengan segala situasi dan kondisi kekuatan di lapangan. Bisa jadi kalau saat ini situasi berubah dan membuat Muflihun menang tipis dari Agung Nugroho. Begitu juga sebaliknya," urainya.

Dia menggarisbawahi, kelebihan Muflihun dari Agung, Muflihun punya simpatisan yang sangat militan. "Mungkin karena Uun ini realistis dan sosok Uun ini punya daya nilai jual yang sangat tinggi dan familiar dengan masyarakat," paparnya.

Terkahir, Ida Kharisman. Aidil melihat paslon dengan jargon Idaman ini justru berat sebelah. Yang punya potensi basis hanya Ida, sehingga sulit bagi Ida untuk mengungguli 2 pasangan calon (Muflihun Ade Hartati serta Agung Markarius).

"Dan ida kelemahan ada di pasangan yang tidak memiliki basis. Popularitas terbatas apalagi elektabilitas. Beda dengan Ida. Ida elektabilitas cukup bagus, hanya saja kalau mengandalkan basis Ida, sulit untuk Ida menang," tutupnya. (ner)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)