Dorong Siak Hijau di 92 Kampung Pada Program TAKE 2025

Hermansyah
1.851 view
Dorong Siak Hijau di 92 Kampung Pada Program TAKE 2025
Sosialisasi TAKE 2025, kepada Pemerintahan Kampung se-Kabupaten Siak.

SIAK, datariau.com - Pemkab Siak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Siak sosialisasi Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) Tahun Anggaran 2025, Sabtu (12/12/2024).

Kegiatan tersebut, berlangsung di ruang rapat Raja Indra Pahlawan Siak Sri Indrapura.

Hal ini menjadi langkah nyata bagi Pemkab Siak dalam mendukung kampung sebagai ujung tombak dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi Kabupaten Siak sebagai Kota Hijau.

Kepala Dinas PMK Siak Muhammad Arifin menyampaikan rasa syukur atas peningkatan jumlah penerima program TAKE tahun ini.

"Alhamdulillah, tahun ini jumlah kampung penerima dana TAKE meningkat menjadi 92 dari 68 kampung sebelumnya. Hal ini menunjukkan minat besar kampung untuk mendapatkan dukungan dana berbasis lingkungan," ujarnya.

Program TAKE fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan tanah gambut serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lingkungan.

Dia menjelaskan salah satu sasaran Pemkab Siak mendorong masyarakat untuk tidak lagi bergantung pada pembakaran liar yang dapat merusak hutan dan ekosistem di dalamnya.

Dikatakan dia, dana TAKE yang akan dialokasikan pada tahun 2025 itu, mencapai Rp1.709.069.715 untuk 92 kampung yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak.

"Tentu pemberian dana ini, berdasarkan hasil assesmen tahunan yang kita lakukan dengan indikator yang telah ditetapkan. Kampung yang tidak memenuhi indikator tidak akan menerima dana ini," tegasnya.

Dia kembali menegaskan pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana.

Sebab, program TAKE merupakan bagian dari visi besar Kabupaten Siak dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan mengurangi risiko karhutla, sesuai dengan misi pembangunan 2021-2026.

"Penggunaan dana ini, akan diawasi secara ketat untuk memastikan efisiensi dan pelaksanaan sesuai rencana. Kami berharap kampung dapat terus melaporkan perkembangan secara transparan," jelasnya.

Selain itu, program ini didukung oleh pelatihan dan fasilitasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas kampung dalam pengelolaan lingkungan, perlindungan hutan dan pengendalian bencana.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan kampung adalah kunci keberhasilan program ini. Kami ingin setiap kampung benar-benar menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)