Dokter Dikeroyok Setelah Pasien Covid-19 Meninggal, 24 Orang Ditangkap

Ruslan
480 view
Dokter Dikeroyok Setelah Pasien Covid-19 Meninggal, 24 Orang Ditangkap
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Seorang dokter di Assam, India mengalami luka-luka dikeroyok massa setelah kematian pasien Covid-19. Seperti dilaporkan RT, Kamis (4/6/2021), tindakan biadab itu menjadi viral setelah rekamannya muncul di media sosial.

Polisi di Assam telah menangkap 24 orang setelah massa secara brutal memukuli seorang dokter setelah kematian seorang pasien virus corona.

Pada Kamis, Indian Express melaporkan dokter bernama Seuj Kumar Senapati dipukuli dengan sapu, cambuk dan bahkan pispot di satu klinik pedesaan di Assam, awal pekan ini.

The Express melaporkan, Senapati telah ditugaskan untuk bekerja di klinik untuk merawat pasien virus corona, salah satunya meninggal pada Selasa.

Massa yang menyerang Senapati dilaporkan terdiri dari anggota keluarga dan teman-teman dari pasien yang meninggal.

Rekaman video yang dibagikan di media sosial konon menunjukkan Senapati meringkuk di tanah saat massa yang marah menghujani dia dengan pukulan. Orang yang merekam insiden mengejutkan itu tampaknya berulang kali mengatakan kepada penyerang untuk berhenti, tetapi tidak berhasil.

Ketika video itu menjadi viral, Ketua Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma, mengumumkan pada hari Rabu bahwa ?24 pelaku yang terlibat dalam serangan biadab ini telah ditangkap dan dakwaan akan diajukan paling cepat.?

Sarma menambahkan secara pribadi dia memantau penyelidikan ini dan berjanji bahwa keadilan akan ditegakkan.

Assam adalah salah satu negara bagian India yang berpenduduk kurang padat, tetapi masih dilanda Covid-19. Lebih dari 4.500 kasus baru penyakit itu dilaporkan di sana pada hari Jumat, bersama dengan 54 kasus kematian.

Secara keseluruhan, India telah melihat jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, pada 28,6 juta kasus, dan jumlah kematian tertinggi ketiga, dengan lebih dari 342.000 kasus.

Sumber: BeritaSatu.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)