Deretan Pedagang Nenas di Rimbo Panjang Kampar Tak Pernah Bosan Menyapa Pengguna Jalan

Ruslan
2.877 view
Deretan Pedagang Nenas di Rimbo Panjang Kampar Tak Pernah Bosan Menyapa Pengguna Jalan
Foto: Maizatul Akmam
Pedagang Nenas di Rimbo Panjang, Kampar.

KAMPAR, datariau.com - Nanas merupakan jenis buah tanaman tropis yang ditemukan tumbuh Amerika Selatan. Buah nanas memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan ketersediaannya begitu melimpah ditengah masyarakat.

Salah satu daerah penghasil nanas terbesar adalah Kabupaten Kampar. Nanas dapat ditemui di daerah Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Disana terdapat deretan pedagang yang akan menyapa pengguna jalan yang melintas dari Pekanbaru menuju Bangkinang.

Salah satu pedagang nanas, Fitri mengatakan kepada datariau.com, bahwa nanas tersebut merupakan hasil panen dari ladang masyarakat setempat dan langsung dijual di sepanjang jalan Rimbo Panjang.

"Nanas ini asli dari sini, nanas asli Rimbo Panjang yang kami beli langsung dari orang nya," jelasnya, Kamis (4/11/2021).

Harga jual buah nanas juga beragam, mulai dari 5 ribu, 8 ribu, 10 ribu dan 12 ribu berdasarkan ukurannya. Pedagang nanas dalam sehari bisa menghasilkan omset sebesar Rp. 800 ribu bahkan 1 jt rupiah. Fitri mengatakan banyak pedagang dari kampung yang memborong.

"Harganya ada yang 5000, 8000, 10.000 sama 12.000, tergantung ukurannya, yang besar gini kami jual 12.000. Kalau yang laku kadang kami dapat 800 ribu sehari, karena banyak juga pedagang dari kampung yang ngambil buat dijual lagi," tuturnya.

Fitri menambahkan bahwa selama pandemi omset jual beli nanas sangat menurun drastis. Ia mengatakan dalam sehari kadang hanya menghasilkan 30 ribu rupiah. Namun saat ini penghasilannya sudah kembali normal.

"Yang parah itu pas awal - awal pandemi, sehari tu kadang dapat 15.000, 30.000. Tapi sekarang alhamdulilah udah lumayan lah," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengambilan buah nanas tersebut bisa secara cash dan kredit. Jika kredit, pedagang akan melakukan penyetoran setiap hari dari setengah hasil yang didapat.

"Kita ngambilnya sekali banyak, jadi bisa cash bisa juga kredit. Kalau orang yang kredit biasanya disetor setiap hari setengah hasil yang didapat," tandasnya

Fitri mengatakan jika nanas sudah terlalu kuning, maka nanas tersebut akan diolah menjadi keripik nanas. Jika nanasnya ada yang busuk, maka nanas tersebut akan dijual dan dijadikan sebagai pakan burung walet, sehingga buah nanas tidak ada yang terbuang begitu saja.

"Kalau misalkan udah terlalu masak nanasnya kami buat keripik nanas dan dijual lagi. Misalkan ada yang busuk karena nggak laku dan nggak bisa dijadikan keripik, ya kami jual ke orang yang punya walet untuk makanan waletnya," ujar Fitri

"Jadi nanas yang busuk tu nggak dibuang sembarangan, karena mubazir juga kan," tutupnya. (mam)

Penulis
: Maizatul Akmam
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)