Cipayung Plus Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau, Ini 6 Tuntutannya

datariau.com
1.638 view
Cipayung Plus Pekanbaru Unjuk Rasa di DPRD Riau, Ini 6 Tuntutannya
Tampak Mardianto Manan saat menerima aksi mahasiswa.

PEKANBARU, datariau.com - Himpunan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Riau, Senin (18/07/2022). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan 6 tuntutan.

Pertama, kepada Presiden RI untuk mencabut kebijakan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 11%.

Kedua, mendesak Presiden RI untuk menstabilkan harga bahan pokok agar berpihak kepada masyarakat.

Ketiga, kepada Presiden RI dan DPR RI untuk segera menstabilkan harga pupuk agar berpihak kepada masyarakat terkhusus petani.

Keempat, kepada Presiden RI untuk mengkaji ulang penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sehingga tidak menimbulkan kesengsaraan bagi petani kelapa sawit.

Kelima, kepada Gubernur Riau untuk mengkaji ulang penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan melakukan penegakan hukum apabila terjadi perbuatan melawan hukum dalam penetapan harga TBS di Provinsi Riau.

Keenam, meminta kepada DPRD Provinsi Riau untuk melaksanakan pengawasan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit sesuai Peraturan Gubernur Provinsi Riau Nomor 5 Tahun 2021, Peraturan Gubernur Provinsi Riau Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Perkebunan di Provinsi Riau.

Aksi unjuk rasa mahasiswa yang terdiri dari HMI DIPO, GMNI, PMII, IMM, KAMMI, PMKRI, HMI MPO yang tergabung di Cipayung Plus Pekanbaru itu disambut 2 orang Anggota DPRD Provinsi Riau, Dr Mardianto Manan dari Fraksi PAN dan Zulkifli Indra dari Fraksi Gerindra.

"Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa atas aspirasi yang disampaikan, tuntutan adik mahasiswa ini akan kami bawa ke sidang pleno, dan nantinya akan kita lanjutkan ke pusat, karena permasalahan ini skala Nasional bukan hanya di Provinsi Riau," kata Mardianto Manan kepada mahasiswa.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)