Bupati Siak Targetkan Tahun 2024 Angka Kemiskinan Ekstrim Nol Persen

Hermansyah
754 view
Bupati Siak Targetkan Tahun 2024 Angka Kemiskinan Ekstrim Nol Persen
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi dan Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menargetkan tingkat kemiskinan ekstrim pada tahun 2024 di Kabupaten Siak mencapai nol persen. Hal itu disampaikan Bupati Siak dalam rapat penyampaian laporan pelaksanaan UMKM pemberdayaan masyarakat miskin tahun 2022 dan expose data penerima UMKM tahun 2023.

Pada rapat tersebut, Bupati Siak mengintruksikan kepada dinas terkait, Pemerintah Kampung dan Baznas Kabupaten Siak untuk terus mengembangkan program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.

Dikatakan Alfedri, terutama pemberdayaan masyarakat miskin melalui pemberian fasilitas akses pembiayaan, Rabu (11/1/2023).

“Data BPS menunjukan angka kemiskinan di Kabupaten Siak tahun 2022 turun menjadi 5,0 persen dari 5,4 persen, nomor 3 terendah di Riau setelah Kota Pekanbaru dan Kota Dumai," kata Alfedri.

"Saya minta Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, Pemerintah Kampung termasuk BAZNAS Siak, terus mencanangkan program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan,” pintanya.

Alfedri menambahkan, penanggulangan kemiskinan, merupakan program strategis Pemkab Siak hingga 2024 mendatang. Oleh karena itu, tahun 2023 ini harus ada peningkatan program.

Termasuk dalam rangka menekan laju angka inflasi di Kabupaten Siak, dia meminta Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM melalui programnya, mampu memberdayakan masyarakat miskin melalui pemberdayaan melalui bantuan peningkatan pertanian.

“Tiga dinas ini, di 2023 programnya sudah menyentuh target, kemiskinan ekstrim dan di akhir tahun sudah terlihat hasilnya. Dinas Pertanian bisa melalui program bantuan modal bibit, usahakan kita arahkan bantuan itu," ujar Alfedri.

"Pada komoditas yang saat ini harganya tengah naik di pasaran, seperti cabe merah, bawang, jagung termasuk telur dan daging. Dinas Peternakan dan Perikanan bisa berupa bantuan ternak, peralatan nelayan dan pemberdayaan melalui modal usaha," pinta Bupati Siak itu.

Dia menyampaikan, kepada Dinas Koperasi dan UMKM dapat memberikan fasilitasi akses pembiayaan, akses pasar, data UMKM serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrim.

Alfedri juga minta hal yang penting perlunya dilakukan adalah pendampingan. Dengan pendekatan kelompok/sentra/kluster/dan/atau yang tergabung dalam wadah koperasi.

“Ini belum berakhir nanti akan rapat lagi, menetapkan lokasi prioritas, kecamatan dan kampung mana saja yang menjadi konsen kita, ini perlu data yang valid. Agar nantinya tidak salah sasaran,” harapnya.

Selanjutnya, Alfedri meminta kepada Kepala OPD, agar dapat terus mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, terutama kepada masyarakat yang tergolong miskin ataupun masuk kedalam kategori Program Keluarga Harapan (PKH).

Tindaklanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrim. Akses pasar, serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro, dalam percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, melalui pemberian fasilitas akses pembiayaan serta pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan usaha mikro dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrem.

“Penghapusan kemiskinan ekstrim ini merupakan intruksi presiden, diharapkan pada tahun 2024 tingkat kemiskinan ekstrim mencapai 0 persen. Tentu penurunan angka kemiskinan ini merupakan dampak positif dari berbagai program baik bersumber dari APBD Kabupaten Siak melalui Dinas, dan Dana Desa serta penyaluran zakat yang dilaksanakan oleh Baznas Siak melalui pola konsumtif dan usaha produktif yang telah dilakukan selama ini," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)