Bupati Siak Drs H Alfedri MSi Temu Bisnis Tahap VI ICEF di Jakarta

Hermansyah
741 view
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi Temu Bisnis Tahap VI ICEF di Jakarta
Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution bersama Bupati Siak H Alfedri MSi.

JAKARTA, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menghadiri pembukaan temu Bisnis Tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF), dengan tema, 'Merdeka Belanja Produk Dalam Negeri Wujudkan Kemandirian Bangsa,' berlangsung di Jakarta Internasional Expo, Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Acara tersebut, dibuka langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang dihadiri oleh beberapa Kementerian terkait, para Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di damping Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Siak Jon Efendi mengatakan kegiatan ini, upaya mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional.

Hal ini merupakan salah satu langkah dengan menggunakan produk dalam negeri, termasuk industri dan UMKM masyarakat pada umumnya.

“Acara ini langkah nyata mendukung kampanye nasional, Gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk UMK serta Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah," sebutnya.

Alfedri mengucapkan syukur dapat hadir pada acara temu bisnis tahap VI Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF), di Jakarta dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia.

"Tadi Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan business matching atau temu bisnis yang dilaksanakan hari ini, merupakan salah satu cara sangat penting dalam memberikan forum dan mediasi sehingga penggunaan produk import yang masih sangat tinggi bisa terus diturunkan," ucap Alfedri.

Dikatakan Alfedri, dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, kita sudah mulai menerapkan dengan pihak ketiga.

"Diharapkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah daerah, lewat e-katalog wajib mengunakan produk lokal atau dalam negeri," sebutnya.

Untuk menurunkan penggunaan produk import dan menjaga ketahanan ekonomi, program penggunaan produk dalam negeri atau P3DN adalah salah satu upaya dari pemerintah bekerjasama dengan saluruh dunia usaha saat ini.

"Mari tumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap produk dalam negeri bukan sekedar gaya, hanya ikuti tren saat ini. Tetapi upaya dan dukungan sistematis dari semua pihak memperkuat ekonomi dalam negeri agar dapat bersaing di kancah internasional," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)