Besok Senin 11 Maret 2024 Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadhan 1445, Ini Alasannya Berbeda dengan Kemenag

datariau.com
1.774 view
Besok Senin 11 Maret 2024 Muhammadiyah Mulai Puasa Ramadhan 1445, Ini Alasannya Berbeda dengan Kemenag

Menolak rukyat


Muhammadiyah juga memaparkan alasan menolak hisab hakiki dengan kriteria imkan rukyat atau imkanur rukyat. Meskipun, kriteria itu juga mensyaratkan adanya Bulan di atas ufuk saat Matahari tenggelam pada hari konjungsi.

Imkan Rukyat secara harfiah berarti visibilitas hilal atau Bulan sabit tipis penanda awal bulan hijriah atau kamariah, termasuk Ramadhan. Metodenya dengan mempertimbangkan hasil hisab dan juga pengamatan lapangan (rukyat).

Metoda yang dianut Kementerian Agama RI dan PBNU ini punya patokan hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi (jarak sudut Bulan-Matahari) 6,4 derajat.

Sementara, kata, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, pihaknya tidak berlandaskan pada penampakan hilal dalam hal penetapan awal bulan hijriah. Namun, berdasarkan pada posisi geometris Matahari, Bumi, dan Bulan.

"Jadi posisinya, bukan nampak dan tidaknya [hilal]," jelas dia, pada 2023.

Muhammadiyah mengaku tak memakai metode Imkanur Rukyat lantaran perbedaan pemahaman, yang berbasis fatwa, soal syarat hilal.

"Jawaban yang mungkin dapat ditelaah karena para ahli hingga saat ini belum sepakat dalam menentukan berapa derajat ketinggian Bulan di atas ufuk untuk dapat dilihat," kata lembaga.

"Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kemudian diadopsi Kementerian Agama (Kemenag) misalnya menyebut jika tinggi bulan ketika terbenam matahari di seluruh Indonesia di atas dua derajat, maka besok akan menjadi awal bulan baru."

"Hal ini berbeda dengan lembaga fatwa lain yang meski sama-sama menggunakan kriteria imkanur rukyat namun parameter tinggi bulan berbeda satu sama lain."

Walhasil, bagi Muhammadiyah, "hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal lebih memberikan kepastian dibandingkan dengan hisab hakiki kriteria imkanur rukyat."

Source: CNN Indonesia

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)