Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan

Samsul
56 view
Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan
DATARIAU.COM- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara resmi menutup kegiatan Praktik Lapangan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang III di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (29/4/2026). Penutupan tersebut ditandai dengan prosesi apel di Lapangan Basket Kota, Dusun Amalia, Desa Kota Kuala Simpang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam amanatnya, Bima mengapresiasi jerih payah praja IPDN yang telah berkontribusi nyata terhadap upaya pemulihan di Aceh Tamiang. Pada gelombang pertama, praja IPDN difokuskan pada pemulihan kantor pemerintahan. Sementara itu, gelombang kedua dan ketiga difokuskan pada pemulihan permukiman serta fasilitas umum. Menurut Bima, selain menjalankan tugas mulia tersebut, praja IPDN secara tidak langsung tengah berlatih menjadi pemimpin andal di masa depan.

“Bumi Aceh Tamiang yang menjadi kawah candradimuka bagi calon para pemimpin birokrasi Indonesia di masa depan yaitu kalian semua,” ujar Bima di hadapan para praja.

Selama penugasan di Aceh Tamiang, praja IPDN diuji tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. Hal ini pula yang akan mereka hadapi saat mengemban amanah sebagai birokrat di pemerintahan. Berbagai persoalan tersebut, kata dia, akan sering dijumpai dalam realitas kehidupan. Oleh karena itu, ia berpesan agar para praja mampu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat.

“Satu bulan ini adalah simulasi. Satu bulan ini adalah uji coba yang tidak seujung kuku dari apa yang akan kalian hadapi di masa depan nanti,” tambah Bima.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selama menjalankan tugas di Aceh Tamiang, praja IPDN juga semakin terlatih untuk memperkuat kerja sama. Modal inilah yang diyakini akan sangat berguna di dunia pemerintahan.

Di sisi lain, terdapat aspek lain yang menjadi tantangan besar, yakni menyatukan visi dari latar belakang praja yang beragam. Sebagai seorang pemimpin, kata dia, praja harus terbiasa dengan perbedaan, baik dari aspek budaya, etnik, agama, maupun kepercayaan. Bagi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perbedaan, Bima meyakini sosok tersebut akan menjadi pemimpin unggulan di masa depan.

“Saya bangga, saya berdiri di sini bersama Pak Bupati, bersama Pak Wakil Rektor, melepas kalian dengan penuh rasa bangga dan menatap hasil dari keringat dan jerih payah kalian yang sangat nyata dan sangat bermanfaat bagi warga Aceh Tamiang,” ujar Bima.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)