Akses ke Tanjung Pulau Rambai Kampar Masih Gunakan Rakit

Ruslan
1.081 view
Akses ke Tanjung Pulau Rambai Kampar Masih Gunakan Rakit
Foto: Muhammad Riski
Era 2021 Sampan Tambang (rakit) di wilayah Kampar Desa Tanjung Pulau Rambai masih digunakan untuk jalur akses penyebrangan.

KAMPAR, datariau.com - Salah satu sarana milik desa Pulau Rambai kabupaten Kampar yaitu sampan tambang (Rakit) untuk penyebrangan sungai menuju ke kampung seberang masih digunakan oleh masyarakat sekitar tanjung pulau rambai-selat aur.

Minimnya pada saat ini sarana akses menuju ke kampung tanjung sudah tidak seperti dahulu lagi yang menggunakan sarana sampan tambang, dikarenakan di kampung seberang sudah dibangun jembatan gantung sehingga sebagian masyarakat lebih memilih melewati jalan jembatan gantung jika ingin berpergian untuk keluar dari kampung tanjung.

Akan tetapi walau sudah ada dibangun jembatan gantung tersebut masih ada juga masyarakat yang ingin menggunakan sarana sampan tambang ini dikarenakan menurut penumpang dekat dengan kebun untuk pergi berkerja.

"Walau jembatan gantung sudah ada tapi melewati sampan tambang lebih dekat dengan kebun karet saya yang ada di kampung selat aur jadi tidak perlu jauh-jauh untuk mutar kalau lewat jembatan gantung," ucap Musaini, Petani Karet.

Pada dulunya peran sampan tambang ini sangatlah penting bagi masyarakat Kampar Tanjung Pulau Rambai, karna ditahun dulu jembatan gantung belum ada sehingga sampan tambang lah salah satu-satunya jalur akses menuju ke kampung seberang.

Sehingga pada tahun 2019 didirikan jembatan gantung Pulau Rambai yang sangat berefek sekali atas pendapatan untuk hasil dari pendapatan sampan tambang.

Dulunya omset pendapatan hasil harian dari sarana penyebrangan sampan tambang sampai dengan Rp.500.000-Rp.700.000, akan tetapi sekarang dengan pengaruh dari pembangunan jembatan gantung

Bapak Selamat sebagai penyewa sampan tambang hanya mendapat penghasilan perhari sebesar Rp.100.000-Rp.150.00 Perhari (dihari normal).

"Untuk pengguna sampan ini ya biasa hanya sering digunakan oleh petani karet, warga terdekat sini dan masyarakat yang ingin cepat sampai tujuan. Untuk pengguna motor roda 2 dikutip biaya Rp. 2.000 untuk pengendara roda 3 (Becak) dikutif biaya Rp. 3.000. Jadi untuk pendapatan perharinya hanya dapat kisaran Rp.100.000 paling banyak Rp.110.000," jelas Selamat (62) selaku penyewa sampan tambang.

Selamat juga menjelaskan ramai penumpang tergantung harinya jika dibulan puasa sewa sampan juga naik akan tetapi penumpang juga banyak.

"Untuk penyewaan sampan tambang ke desa dihari biasa sewa bulanan sarana sampan tambang Rp.600.000 jika dibulan puasa jadi 1.000.000 karna di sana banyak penumpang yang naik sampan tambang seperti seperti berpergian acara buka puasa atau jenis silahturahmi lainnya, puncaknya dihari raya lebaran di situ banyak sekali penumpang yang dari luar ikut naik sampan tambang sebagai jalan pintas berpergian ke rumah sanak saudara," sebut Selamat.

Simpulnya untuk di wilayah Kampar sekitar saat ini sudah banyak tidak mengaktifan sarana sampan tambang penyebrangan sungai dikarenakan di era 2021 sekarang sudah banyak kita lihat disetiap wilayah jembatan-jembatan sudah banyak dibangun oleh pemerintah gunanya untuk kemajuan desa tersebut.

Nyatanya masih ada di wilayah tertentu masih aktif menggunakan sarana sampan tambang atau disebut rakit untuk jalur akses penyebrangan. (ris)

Penulis
: Muhammad Riski
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)