PUJUD, datariau. com - Pelaksaan Har Ulang Tahun (HUT) ke 19, tiga Kepenghuluan, yakni Kepenghuluan Kasangbangsawan, Kepenghuluan Sungai Pinang, Kecamatan Pujud dan Kepenghuluan Seri Kayangan, Kecamatan Tanjung berjalan lancar.
Acara tersebut di mulai sekitar pukul 0 09.00, WIB, yang di laksanakan pada hari Senin (21/10), bertempat di halaman kantor penghulu kasangbangsawan.
Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Pujud Hasyim Sp, Sekretaris Camat (Sekcam) Pujud Jufri St, datuk penghulu Pujud, tokoh masyarakat rohil, Cutra Andika, serta ratusan masyarakat kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanjung Medan.
Dalam pelaksanaan hari jadi ketiga Kepenghuluan, sejarah singkat ketiga Kepenghuluan tersebut dibaca oleh ketua bpkep, Kasang bangsawan, Arif Hary widodo.
Sejarah singkat kasangbangsawan, sungai Pinang, dan sri kayangan. pada tahun 1990, Pujud menjadi kecamatan Pujud, di dukung oleh lima kepenghuluan, yakni Kepenghuluan Pujud, Kepenghuluan air hitam, Kepenghuluan siarang-arang, kepenghuluan Teluk nayang, dan Kepenghuluan Tanjung Medan.
Rencana pemekaran tersebut di prakasai antara lain 1 Ilyas Abbas selaku penghulu pujud, Haji rozali Somad, manas Pato, Haji Samidin, Haji Mansyur, penghulu siarang-arang, yaitu Abdul Rojak, penghulu Teluk Nayang Sanggo, Penghulu Tanjung Medan Syahri Jauhari.
Penghulu Air Hitam, Awaludin, seluruh anggota lembaga masyarakat desa, seluruh pucuk suku 11, kepenghuluan Pujud.
Atas musyawarah elemen masyarakat tersebut di atas yang diketuai oleh Penghulu pujud, bapak llyas Abbas mendapat dukungan penuh terbentuknya Kecamatan Pujud.
Mekar dari kecamatan induk yaitu Kecamatan Tanah Putih, yang dijabat Bapak kiat Idris, dengan menyiapkan dokumen dokumen sebagai syarat untuk pemekaran Kecamatan Pujud.
Maka diajukan kepada Camat Tanah putih maka Camat Tanah putih itu menyambut baik sehingga keluarlah rekomendasi pemekaran Kecamatan Pujud, untuk diajukan ke bupati Bengkalis.
Berkat ke gigihan tim pemekaran Kecamatan Pujud, maka Bupati Bengkalis yang di jabati Azali Johan, menyetujui Kecamatan Pujud mekar dari Kecamatan Tanah Putih.
Seyelah mendapat Rekomendasi dari Bupati Bengkalis, Azali Johan, maka Penghulu Pujud Ilyas Abas selaku ketua elemen masyarakat sangat senang sekali.
Berkat musyawarah LMD tokoh masyarakat pucuk suku 11 maka Penghulu pujud merencanakan dimekar lagi, antara lain Persiapan Penghulu bangsawan ibukota kota pematang sawah.
Penghulu persiapan Sungai Pinang ibu kota desanya di Pujud tua, dan Penghulu persiapan srikayangan ibu kotanya di Sri kayangan.
Namun dalam proses panjang di kabupaten Bengkalis untuk perjuangan pemekaran Kecamatan Pujud, dari induk Kecamatan Tanah Putih.
Mulai wancana 1990 sampai dengan rencana tahun 1998 terhenti buat sementara waktu, karena tahun 1999 keluar undang-undang 53 tentang pembentukan Kabupaten Rokan Hilir.
Sehingga perjuangan pemekaran kecamatan Pujud terhenti sejenak menunggu proses persiapan kelengkapan pemerintah yang baru yaitu pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, yang dijabat sementara Wan Syamsiryus.
Pada tahun 2000 diadakan pemilihan kepenghukuan Pujud, dikarenakan masa jabatan penghulu 8 tahun berakhir, maka terbentuklah panitia p 4 d (Panitia persiapan pemungutan pemilihan kepala desa).
Terpilih Bapak Syahrudin selaku sekdes sujud yang dikenal bapak gendut selaku ketua panitia, hasil pendaftaran saatitu yang memenuhi syarat dan lolos.
Sebagai calon kepala penghulu saudara Syafril, berlambang kelapa nomor urut 01, saudara Haji Gozali Somad, berlambang ubi nomor urut 02, dan saudara jaharuddin berlambang nanas nomor 03.
Dalam pemilihan pilkades tersebut terjadi kemenangan tipis, yakni sebanyak 21 suara unggul saudara Haji Rozali Somad dari saudara Syafril, sementara saudara Jaharuddin memperoleh suara yang cukup jauh Tertinggal.
dalam pelaksanaan pemilihan tersebut ada permasalahan masa tertunda selama kurang lebih 8 bulan hasil musyawarah beberapa tokoh masyarakat yang diketuai oleh Syahdan Haji Abdul Alim haji mardoyo dan rombongan berangkat ke Pekanbaru untuk berkoordinasi dengan Gubernur Riau H. Saleh Djasit, Sh, untuk mencari jalan terbaik maka membuahkan hasil koordinasi tersebut wajib pemekaran Kecamatan dan pemekaran desa.
Maka Bupati Rokan Hilir Wan Thamrin Hasim, mendapat saran dari Gubenur Riau H. Saleh Sh, apabila tidak melanggar Undang-undang atau peraturan yang berlaku supaya dimekarkan saja Pujud menjadi Kecamatan Pujud, dan Kepenghiluan Pujud dimekarkan lagienjadi 3 persiapan antara lain.
Penghulu persiapan Kasangbangsawan, ibu kotanya pematang sawah, Penghul persiapan Sungai Pinang ibu kotanya di Pujud tua, dan Penghulu persiapan seri kayangan ibu kotanya seri kayangan.
Pada bulan April tahun 2000 memekarkan Kecamatan Pujud sekaligus dilantik pula camat Pujud, yang dijabat oleh Rahmatu Zamri.
Waktu itu kantor camat pertama di Kecamatan Pujud yang berkantor di gedung perkebunan Pujud untuk awalnya.
Setelah terbentuk Kecamatan Pujud, maka Bupati Rokan Hilir mengundang Camat Pujud, Rahmatul Zamri, Camat Tanah Putih, Wan Ahmad Saipul, H. Gozali Somad, Syafril, dan pucuk 11 Pujud.
Dari hasil rapat di kantor Bupati Rohil, yang di pimpin Bupati rohil Wan Tamrin Hasim, memutuskan segera Kepenghluan Pujud dimekarkan mejadi kepenghuluan Kasangbangsawan, kepenghuluan Sungai Pinang, dan kepenghuluan seri kayangan.
Maka jadilah pada 21/10. Kepenghuluan Induk Pujud dijabat oleh H. Rozali Somad, Kepenghuluan Kasangbangsawan di jabat oleh Syafril, dan kepenghuluan Sungai Pinang di jabat oleh Rahmatul Zamri, dan kepenghuluan Seri Kayangan di jabat Rahmatul Zamri.
Untuk itu, pada 21/10/2019, ketua bokep Kasangbangsawan, Arif Hary Widodo, membacakan pejabat penghulu Kasangbangsawan, dari awal sampai akhir.
Pertama, 2000 sampai 2004, penghulu Kasangbangsawan di jabat Pjs, Syafril, kedua 2004 sampai 2009, dijabat oleh Syafril, ketiga 2009 sampai dengan 2010, pjs Syafril, 2010 sampai 2016 dijabat oleh Syafril.
Sementara Agustus 2016 sampai februari 2017 dijabat pjs Muslikh Sp, 15 februari 2017 sampai 18 Februari 2019 dijabat oleh Asli Djasit.
Sementara 18 Februari sampai 19/08/2019 dijabat oleh pjs Sabaruddin, dan yang terakhir 29 Agustus 2019 sampai dengan sekarang ini dijabat penghulu defenitif, yakni Kh, Syafril. "Itu sejarah singkat tiga kepenghuluan yang melaksanakan milad pada hari ini. Kita Berharap, dengan bertambah nya usia kepenghuluan ini, makin bertambah juga kemajuan pembangunan itu, saya juga minta dukungan kerjasama dari masyarakat untuk memajukan desa ini," harap Arif Hary Widodo. (ndi)