MERANTI, datariau.com - Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis menargetkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bersaing di pasar bebas masyarakat ekonomi. Ia menyakini pelaku UMKM mempunyai peluang besar untuk memasarkan produk unggulannya ke pasar lokal dan internasional.
"Peluang usaha kita sudah dapat didepan mata. Tinggal bagaimana kita meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dihasilkan. Sebab kita sudah ada negara tetangga Malaysia dan Singapura sebagai salah satu tempat pemasaran. Itu peluang besar," kata Sekda, Selasa (2/4/2019).
Tidak hanya bicara soal peluang ke negara tetangga, kata Sekda, daerah tetangga seperti Batam saja bisa berkembang dengan produk lokalnya. Padahal daerah Provinsi Kepulauan Riau itu tidak punya produksi dari apa yang dimiliki Meranti seperti kopi dan sagu yang sudah memiliki keunggulan pada kualitas.
"Saya harap dinas terkait bisa membuat terobosan dalam pembinaan dan pengembangan usaha dari pelaku UMKM agar bisa lebih kreatif dengan produknya. Karena disini Kementerian Koperasi dan UKM yang hadir akan membantu dalam mendorong usaha mereka dari segi apa saja, sehingga produk kita bisa dikemas dan dipasarkan dengan baik," terang Sekda.
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM agar tembus pasar bebas terus dimaksimalkan hingga kedepan. Sehingga pengembangan suatu produk dan penguatan kelembagaan koperasi bisa lebih besar.
"Kita sudah minta kepada Pemerintah Pusat agar wilayah kita menjadi zona ekonomi eksklusif. Sebab, itu merupakan salah satu regulasi Pemerintah Pusat agar kita bisa mengembangkan produk lokal dari hasil potensi yang kita miliki," imbuh dia.
Dampak yang diharapkan, terutama pada peningkatan dan pertumbuhan ekonomi melalui wilayah ekonomi eksklusif. Dimana nantinya Pemerintah akan menyiapkan UMKM untuk menuju perdagangan zona bebas (free trade zone).
"Kalau kita tidak siap biar pun itu dibuka pada perdagangan bebas, nanti produk yang kita hasilkan akan mati (tidak laku)," ujar Sekda.
Untuk memastikan kesiapan yang matang, Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Kepulauan Meranti, Rudi Alhasan mengatakan, perlu langkah awal untuk mempermudah pelaku Koperasi dan UMKM dalam pengembangan usaha produk potensi lokal.
Menurut Rudi, seluruh pelaku Koperasi dan UMKM diminta agar mendaftar diri dalam sistem daring (online). Karena masih banyak yang belum terdaftar dalam website Kementerian.
"Belum banyak Koperasi dan UMKM yang terdata oleh online system. Namun terus kita lakukan dan menvalidasi data terutama bagi Koperasi agar bagaimana mendapatkan nomor induk koperasi. Karena aturannya sekarang berbeda, dimana Koperasi itu harus terdata dalam online system," terangnya.
Selain itu, dengan diadakannya Pelatihan Vocational pada daerah perbatasan di Grand Meranti Hotel, pelaku Koperasi dan UMKM bisa mendapatkan pembekalan dan pemahaman langsung dari Kementerian Koperasi dan UKM RI. "Jadi peningkatan mutu dan kualitas dapat diraih sesuai dengan target yang dicapai," ujar Rudi.
Dapat disampaikan pula, dalam pendataan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Kepulauan Meranti terdapat sebanyak 1148 koperasi yang berdiri dan 246 UMKM yang bergerak.