Saat Pleno, Oknum Sekretaris KPU Aniaya Panwascam

datariau.com
816 view
Saat Pleno, Oknum Sekretaris KPU Aniaya Panwascam
Komisioner Bawaslu Sulsel Muhammad Azhry Yusuf. (Foto: Merdeka.com)

DATARIAU.COM - Bawaslu Sulawesi Selatan melalui Muhammad Azhry Yusuf selaku Divisi Penindakan Pelanggaran memberi rekomendasi ke KPU Sulsel untuk melakukan investigasi dan pembinaan ke KPU Makassar terkait insiden dalam rapat pleno terbuka KPU Makassar, Jumat (6/7) di Hotel Max One.

Hal itu dilakukan sebelum ketuk palu penetapan perolehan suara terbanyak dari empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel di rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penghitungan hasil perolehan suara oleh KPU Sulsel di Hotel Claro, Makassar, Senin (9/7) dini hari.

"Di tengah proses rekapitulasi dan penghitungan hasil perolehan suara Pilwalkot Makassar pada rapat pleno terbuka KPU Makassar di Hotel Max One itu terjadi insiden dan itu telah dilaporkan ke kami di Bawaslu bahwa seorang anggota Panwascam dipukul. Kasus itu sementara kami usut melalui Gakumdu dan kepada KPU Sulsel kami minta juga untuk melakukan investigasi internal sekaligus pembinaan terhadap KPU Makassar," kata Muhammad Azhry Yusuf.

Pihaknya saat ini masih mendalami apa benar ada pemukulan. Pihaknya juga tengah mencari bukti atas laporan pemukulan tersebut.

Selain unsur pidana, pihaknya juga menelusuri dugaan pelanggaran pemilu dan pelanggaran kode etik. Jika nanti benar ada dugaan pelanggaran pemilu, maka Bawaslu yang akan menindaklanjuti berdasarkan UU No 10 dan peraturan Bawaslu No 14.

"Jika ada unsur pelanggaran pidananya maka akan diteruskan ke pihak kepolisian dan jika ada unsur pelanggaran kode etiknya maka akan diteruskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," katanya.

Sebelumnya, saat rapat pleno terbuka KPU Makassar di Hotel Max One terjadi insiden. Sekretaris KPU Makassar bernama Sabri memprotes keberadaan seorang anggota Panwascam atau Panitia Pengawas Tingkat Kecamatan di sisi operator KPU Makassar pengimput data.

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari mengatakan, anggota Panwascam itu sempat dipukul bagian kepalanya oleh Sabri. Menurutnya anggota Pasnwascam tersebut tidak salah berada di sekitar area tersebut karena melakukan tugas pengawasan terhadap proses rekapitulasi yang tengah berjalan.

Akibat insiden tersebut, anggota Panwascam itu diamankan dan dibawa keluar ruangan oleh pihak kepolisian agar rapat pleno bisa berlanjut. Sebab setelah protes dari Sabri itu, menyusul lagi protes serupa dari saksi-saksi paslon.

Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)