Presiden AS Minta Pasien Covid-19 Minum Obat Malaria Meski Belum Terbukti Manjur

Datariau.com
2.135 view
Presiden AS Minta Pasien Covid-19 Minum Obat Malaria Meski Belum Terbukti Manjur

DATARIAU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyampaikan, pemerintah federal menyiapkan jutaan dosis obat malaria untuk persediaan federal di tengah kedaruratan stok peralatan medis untuk pasien virus corona, walaupun obat tersebut belum terbukti ampuh untuk pengobatan Covid-19. 


Padahal penasihatnya telah memperingatkan perlu kajian lebih lanjut untuk menentukan keamanan dan kemanjuran obat malaria untuk pasien virus corona.


Penasihat Trump, termasuk Dr Anthony Fauci, berulang kali memperingatkan perlunya kajian dan data mendalam apakah obat jenis hydroxychloroquine itu bisa untuk mengobati pasien Covid-19, namun pada Sabtu, dalam pemaparan di Gedung Putih, Trump meminta pasien Covid-19 menggunakan obat tersebut.


"Saya benar-benar berpendapat mereka harus meminumnya. Tapi itu pilihan mereka. Dan pilihan doktermya atau dokter di rumah sakit. Coba obat itu, kalau Anda mau," kata Trump, dilansir dari The Straits Times, Senin (6/4).


Trump juga membahas soal potensi obat lainnya. Dia menyebut azithromycin atau Z-Pak, yang juga diberikan ke beberapa pasien bersamaan dengan hydroxychloroquine.


"Hal lain, kalau Anda memiliki masalah jantung, saya paham, mungkin Anda hindari Z-Pak. Tapi itu antibiotik. Itu bisa membersihkan paru-paru. Paru-paru adalah titik serangan virus mematikan ini," ujarnya.


Belum ada bukti pasti obat yang disarankan Trump bisa melawan virus corona dan penggunaannya belum mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).


Komisioner FDA, Dr Stephen Hahn, pada sabtu mengatakan pihaknya mengeluarkan izin impor khusus hydroxychloroquine untuk digunakan di AS, karena banyak pasien yang membutuhkannya untuk penyakit kronis seperti lupus.


"Kita akan mendistribusikannya melalui Cadangan Strategis Nasional. Kita punya berjuta-juta dosis obat ini; 29 juta tepatnya," kata Trump.


Dalam kesempatan itu Trump mengatakan ada penelitian yang mengindikasikan pasien lupus tidak terinfeksi virus corona, secara tidak langsung menyatakan kemungkinan penggunaan hydroxychloroquine melindungi mereka dari virus itu. Namun tak jelas penelitian mana yang menjadi rujukan Trump. (*)

Editor
: Redaksi
Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)