Presiden AS Akan Larang Warga Asing Masuk AS Karena Pandemi Virus Corona

Datariau.com
469 view
Presiden AS Akan Larang Warga Asing Masuk AS Karena Pandemi Virus Corona

DATARIAU.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan akan menandatangani perintah eksekutif untuk sementara waktu menutup semua imigrasi ke AS karena virus corona.


Di Twitter, Trump menyebut virus sebagai "serangan dari musuh tak terlihat", dan perlunya melindungi orang Amerika, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.


Tidak jelas program apa yang mungkin terpengaruh dan apakah presiden akan dapat melaksanakan perintah tersebut. Demikian dikutip dari BBC, Selasa (21/4).


Kritik mengatakan, pemerintah memanfaatkan pandemi untuk menindak imigrasi.


Belum diketahui siapa saja yang akan terdampak dengan keputusan Trump ini atau kapan kebijakan itu akan diberlakukan dan Gedung Putih belum berkomentar.


Menurut the New York Times, mengutip beberapa sumber yang mengetahui soal rencana ini, kebijakan Trump ini akan sementara melarang pemegang visa kartu hijau dan visa kerja. Dengan begitu pemerintah AS tidak akan lagi menerima pengajuan izin tinggal dan bekerja para pekerja asing di AS untuk jangka waktu yang belum ditentukan.


Bulan lalu AS menangguhkan hampir semua proses pengajuan visa, termasuk bagi imigran karena pandemi corona.


Pengumuman Trump pada Senin malam muncul ketika Gedung Putih berpendapat bahwa pandemi terburuk telah berakhir dan negara dapat dibuka kembali. Pembatasan pergerakan orang, yang diterapkan oleh banyak negara bagian untuk menghentikan penyebaran virus, telah melumpuhkan perekonomian.


Selama empat pekan terakhir, lebih dari 20 juta orang Amerika telah membuat klaim pengangguran. Jumlah itu kira-kira sebanyak pekerjaan yang disediakan pengusaha selama dekade sebelumnya.


AS mencatat lebih dari 787.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan lebih dari 42.000 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins, yang melacak pandemi secara global. (*)

Editor
: Samsul
Sumber
: Merdeka.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)