PEKANBARU, datariau.com - Kabut Asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), membuat posko bencana kabut asap penuh dengan wanita hamil dan anak-anak.
Sudah hampir 2 bulan lamanya asap menyelimuti Pekanbaru. Sudah sangat membuat resah masyarakat Pekanbaru, gejala-gejala dari dampak kabut asap yang semakin tebal mulai dirasakan masyarakat.
Salah satu Posko pengungsian dan kesehatan bencana asap Riau, di komplek markas DPW PKS jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.
Salah seorang warga, yang diketahui bernama Siti Fatimah (23) tampak di papah memasuki ruang perawatan posko bencana asap. Dengan kondisi yang sudah lemas, Siti didampingi suaminya langsung meminta pertolongan perawatan untuk istrinya.
Siti Fatimah, tampak sudah tidak berdaya dan mengeluarkan muntah saat akan diberikan pertolongan. Ia langsung ditangani perawat yang berjaga, Siti langsung diberikan oksigen karena kondisi sudah sangat lemah.
Yendi (27) Suami Siti Fatimah, mengatakan bahwa saat ini istrinya sedang hamil empat bulan. Dan kondisi saat ini terjadi pada istrinya sudah yang kedua kalinya.Siti sempat mengeluhkan pada suaminya, asap yang membuat nafas nya sesak. "Saya lagi kerja, Tiba-tiba dapat telepon dari istri. Dia bilang lemas, pusing, dada sakit. Saya langsung kejar dan bawa kesini. Ini sudah kejadian yang kedua, karena dia lagi hamil juga," Kata Yendi, Senin (23/09/2019).
Diterangkan Yendi, bahwa ia mendapatkan telpon dari istrinya pada pukul 11.00 WIB tadi. Siti mengeluh pusing, dada sakit, badan lemas, hingga sempat mengalami muntah dirumah sebanyak 2 kali. "Seminggu yang lalu dia kayak gini juga. Badan lemas, sesak nafas, tapi saya kasih handuk dibasahkan lalu ditempelkan ke hidungnya. Dan alhamdulillah sesak nafas nya hilang," terang warga perumahan Mawaddah Jalan Kubang Raya tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan Neil salah seorang pengunjung posko bencana asap tersebut. Wanita berusia 34 tahun itu mengeluhkan sesak nafas yang cukup mengganggu sejak tadi malam.
Tidak hanya nafas yang sesak, ia juga menderita batuk disertai flu sudah 3 hari. Ia mengaku sudah sedikit lega ketika perawat memberikan oksigen. "Tadi cuma dikasih oksigen karena dada sakit dan sesak nafas, tapi sekarang udah enakan. Saya takut kenapa-kenapa karena lagi hamil juga, takut pengaruh sama kandungan saya," Ujar Neil kepada Wartawan DataRiau.Com.
Warga Jalan Jendral tersebut juga menambahkan, sempat khawatir karena bayi dalam kandungan nya sempat tidak bergerak, usia kandungan nya 8,5 bulan. "Semalam sempat gak gerak bayinya. Biasanya aktif bergerak, tapi disarankan teman disuruh periksakan ke posko. Tapi setelah saya diberi oksigen tadi, bayinya terasa mulai bergerak lagi," ungkapnya.
Ia berharap agar pemerintah segera menangani permasalahan asap ini, jangan lagi berjatuhan korban, akibat udara yang tidak sehat dan terus menerus dihirup Masyarakat Riau.
Sementara itu Fiki Anggraini, salah satu Bidan yang bertugas di posko mengatakan, "warga yang berkunjung ke posko semakin hari semakin meningkat, rata-rata warga yang datang mengeluhkan sesak nafas, kepala pusing dan lemas," ungkapnya.
Ia membenarkan bahwa apa yang dirasakan warga tersebut merupakan pengaruh dari kabut asap yang terus menerus di hirup. Terlebih bagi wanita hamil dan Lansia. "Karena oksigen yang kita hirup saat ini sudah tercampur bakteri dan debu. Sehingga menyebabkan tubuh kita kekurangan oksigen. Yang menyebabkan kondisi lemas dan ISPA," terangnya.
Sejak posko didirikan pada 2 pekan lalu, Fiki menyebut sudah 1.347 warga yang mengunjungi posko, untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk warga yang mengungsi di posko tersebut sudah 265 orang. (rio)