Perihal PTPN V Lubuk Dalam Buang Limbah ke Sungai, Alfedri Minta Perusahaan Patuh Dengan Amdal

Hermansyah
752 view
Perihal PTPN V Lubuk Dalam Buang Limbah ke Sungai, Alfedri Minta Perusahaan Patuh Dengan Amdal
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi saat acara pelantikan Pj Penghulu Kampung Buatan II di Aula Kantor Camat Koto Gasib.

SIAK, datariau.com - Perihal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau beberapa bulan lalu yang membuang limbah ke aliran sungai Puing, Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib.

Dalam hal tersebut ternyata pihak perusahaan ini telah dua kali terbukti melakukan pembuangan limbahnya ke aliran sungai Puing yang kala itu ratusan ekor ikan mati seketika dan menyebabkan kerusakan lingkungan sekitar.

Bahkan hal itu juga telah diketahui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak yang kala itu turun untuk melakukan peninjauan ke lokasi pencemaran akibat limbah PTPN V Lubuk Dalam tersebut.

Sontak hal itu membuat Bupati Siak Drs H Alfedri MSi merasa terkejut, dan dia meminta kepada pihak perusahaan PKS PTPN V untuk patuh dengan tata cara kelola dan administrasi limbah dengan baik serta mengikuti sesuai Amdal.

"Kita minta pihak perusahaan agar patuh dengan Amdal yang disusun termasuk dengan rencana pemantauan Amdalnya. Kita harapkan tidak ada lagi pencemaran-pencemaran limbah industri di Kabupaten Siak," pintanya.

Terkait perihal sanksi dari Pemerintah Kabupaten Siak, Alfedri mengaku akan segera mengadakan evaluasi terhadap persoalan ini.

"Ada evaluasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, dan ada tahapan-tahapannya, kalau sanksi, iya ada. Karena pencemaran cuma ada aturan mainnya dari OPD bersangkutan," tegasnya saat diwawancarai awak media pada acara pelantikan Pj Penghulu Kampung Buatan II di aula Kantor Camat Koto Gasib, Jumat (27/9/2019) pagi.

Diketahui sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak telah memberikan sanksi pembinaan berupa teguran pertama dalam hal pengawasan.

Sebab, hingga hari ini menurut Kabid P2KLH Ardayani SSi MSi kala itu saat ditemui awak media diruang kerjanya belum menerima kajian Line Aplikasi (LA) dari PTPN V tersebut.

Padahal jelas-jelas pencemaran limbah itu telah dilakukan pihak PTPN V sebanyak dua kali dengan rentan waktu selama 8 bulan. 

Namun, perusahaan yang diminta untuk melengkapi kajian atau Line Aplikasi (LA), hingga hari ini tidak kunjung mengantarkan dokumen atau kajiannya kepada DLH Kabupaten Siak.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi