PEKANBARU, datariau.com - Dinas Kebudayaan Provinsi Riau melalui UPT Museum Sang Nila Utama Taman Budaya Provinsi Riau, melaksanakan acara Sosialisasi Museum tingkat SLTA sederajat yang dibiayai melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Museum dan Taman Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2019 se-kabupaten dan kota Provinsi Riau.
Salah satu kegiatan Sosialisasi Museum tingkat SLTA sederajat dilaksanakan di kabupaten Kuantan Singingi, tepatnya di gedung Kesenian Narosa, dihadiri perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Kepala UPT Museum Sang Nila Utama Taman Budaya Provinsi Riau dan jajarannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di kabupaten Kuansing, Kepala SMAN Kuansing serta ratusan siswa dan guru, Kamis (25/7/2019).
Dalam sosialisasi museum tersebut, UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Provinsi Riau memaparkan tentang sejarah museum Sang Nila Utama Provinsi Riau dan menjelaskan tentang benda koleksi museum serta memberikan ruang tanya jawab dan menyerahkan pamplet tentang Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau kepada ratusan siswa, tentang keberadaan Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau yang menyimpan 5.000 lebih koleksi warisan budaya Melayu Riau.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen menjelaskan, kegiatan sosialisasi museum yang ditaja bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Riau, khususnya generasi muda pelajar yang ada di kabupaten.
Selain itu, tujuan sosialisasi permuseuman juga sebagai bentuk destinasi pariwisata sejarah dan ruang edukasi bagi pengujung Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau.
"Memang jumlah pengunjung setiap tahunnya terjadi peningkatan khusunya kalangan pelajar. Disamping itu, selain memberikan edukasi, juga Dinas Kebudayaan Provinsi Riau memberikan motivasi kepada pemerintah kabupaten dan kota agar bisa membuka museum sendiri dengan nama Museum Tematik," ungkap Yoserizal Zen.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Syahrial, menjelaskan, bahwa selaku perwakilan Dinas Pendidikan memberikan apresisasi kepada UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang telah menaja sosialisasi museum kepada siswa dan guru.
"Di dalam sosialisasi tadi memang kebanyakan siswa belum pernah mengunjungi Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau. Dan antusias siswa dan guru terhadap sosialisasi museum tadi cukup tinggi, bahwa ada keinginan siswa dan guru untuk mendatangi Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau," ungkap Syahrial.
"Bagi kita, sosialisasi museum ini sangat penting bagi siswa agar mereka bisa mengetahui, mengenal warisan budaya daerah kita. Dan kita berharap pemerintah Kabupaten Kuansing bisa mendirikan Museum Tematik atau Museum tentang Jalur Kuansing sehingga anak-anak daerah Taluk ini bisa mengetahui sejarah tentang jalur," lanjut Syahrial.
Ketua Pelaksanaan Sosialisasi Museum, Edi Yulisman, mengatakan bahwa sosialisasi museum di kabupaten Kuansing ini mengundang 3 sekolah, yakni SMAN 1, MA Khiyai Dahlan dan SMKN 2 Taluk Kuantan, untuk diberikan pengetahuan tentang museum dengan narasumber dari guru sejarah yang direkom oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Riau(AGSI).
"Acara ini akan berlanjut di kabupaten Rohul 31 Juli 2019 dan kabupaten Siak pada 6 Agustus 2019," terang Edi Yuliasman. (suf)