DATARIAU.COM - Pasokan darah ke Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru saat ini mencapai 1.500 kantong, berasal dari para pendonor dalam waktu sepekan terakhir. Sebanyak 110 kantong darah terkumpul dalam kegiatan donor darah di Lapangan PCR, Rumbai, Kota Pekanbaru pada Ahad (13/1/2019).
Masyarakat yang hadir di lapangan itu tampak antusias mendonorkan darahnya bagi yang membutuhkan. Mereka tampak bergantian mendonorkan darahnya.
"Kami senang masyarakat antusias mendonorkan darahnya. Sehingga terkumpul 110 kantong darah," terang Ketua PMI Kecamatan Rumbai, Afrizal kepada Tribun, Ahad siang.
Menurutnya, masyarakat yang hadir di lapangan memang antusias mendatangi tenda PMI Kota Pekanbaru. Mereka langsung mendaftarkan diri kepada petugas yang ada. Jumlah peserta yang sempat mendaftar mencapai 400 orang. Tapi hanya 110 orang yang bisa mendonorkan darahnya.
"Jadi kami periksa dulu kondisi kesehatan pendonor. Ternyata banyak yang tidak bisa mendonorkan darah untuk kali ini," paparnya.
Saat itu ada 60 petugas yang terlibat dalam donor darah tersebut. Kegiatan ini dalam upaya menambah pasokan darah di Unit Transfusi Daerah (UTD) PMI Kota Pekanbaru. Pasokan darah di UTD PMI Pekanbaru hingga Ahad hanya berkisar 1500 kantong.
Tapi jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat Pekanbaru setiap harinya. Apalagi kebutuhan darah setiap hari di Kota Pekanbaru mencapai 200 kantong.
"Kalau kebutuhan yang berkisar 200 kantong. Kebutuhan ini seiring permintaan dari pasien yang butuh darah di rumah sakit," papar Kepala Bagian Pelayanan UTD PMI Kota Pekanbaru, Dian Singgih terpisah.
Menurutnya, pihak PMI Pekanbaru memperkirakan kebutuhan pasokan darah dalam satu bulan berkisar 4000 hingga 6000 kantong. Jumlah ini sulit diprediksi karena bisa saja kebutuhan darah meningkat.
Semua itu tergantung permintaan dari rumah sakit. Dian mengatakan bahwa pasokan darah saat ini yang mencapai 1.500 kantong masih dapat memenuhib kebutuhan harian darah. Ia tidak dapat merinci karena pasokan terus berubah seiring permintaan pasokan darah dari pasien di rumah sakit. Apalagi ada pasokan yang masuk dan keluar silih berganti.
Tapi pasokan paling banyak yakni golongan darah O. Lalu menyusul golongan darah A dan B. Sedangkan pasokan paling sedikit adalah golongan darah AB. Oleh sebab itu, pihak PMI Pekanbaru sangat senang dengan adanya kegiatan donor darah. Ia menilai masyarakat cendrung datang ke ajang donor darah untuk mendonorkan darah.
Maka ia berharap ajang donor darah bisa rutin digelar berbagai pihak di Pekanbaru. "Jadi kalau untuk datang langsung ke UTD masih jarang. Kebanyakan para pendonor datang waktu ada kegiatan donor darah yang dilayani oleh Mobile Unit PMI," tuturnya. (*)