Oknum Kades di Tapung Disebut Beking Usaha Pengolahan Kayu Diduga Ilegal

datariau.com
1.963 view
Oknum Kades di Tapung Disebut Beking Usaha Pengolahan Kayu Diduga Ilegal
Foto: Windy
Tempat usaha pengetaman kayu yang disebut dibekingi oknum Kades di Tapung Kampar.
TAPUNG, datariau.com - Seorang pengusaha pengetaman kayu di daerah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, mengaku dimintai uang bulanan oleh oknum Kepala Desa Indrapuri Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, atas nama Subiyanto.

Hal ini terungkap saat datariau.com melakukan liputan di lapangan salah satu tempat pengetaman kayu terletak di jalan Poros Anggrek Desa Indrapuri Kecamatan Tapung.

Saat melihat tumpukan kayu di lokasi itu, datariau.com mencoba menelusuri asal kayu apakah dari tanaman industri atau kayu hasil pembalakan liar, kemudian apakah usaha pengetaman itu ada izin untuk mendapatkan dan mengolah kayu.

Pemilik mengaku dirinya sudah membayar ke pihak desa untuk usaha itu, perbulannya dimintai Rp200 ribu, atau total setahun Rp2,4 juta. Pemilik juga mengaku memiliki tanda bukti nota angsurannya terhadap pihak desa disimpan di rumah, namun tidak memperlihatkannya kepada wartawan.

Dengan telah membayar kepada pihak desa, pemilik mengaku memiliki dasar untuk mengolah kayu itu, saat ada yang bertanya asal kayu, maka dimintanya untuk mempertanyakan langsung ke kades. Karena dirinya sudah menyerahkan hal apapun terkait usaha kayunya tersebut ke pihak Desa Indrapuri.

Mendapat informasi ini, datariau.com kemudian menemui Kades Indrapuri yang diketahui bernama Subiyanto di kediamannya, untuk mengkonfirmasi informasi di lapangan tersebut. Kades membantah informasi itu. "Eggak ada kami pungut kayak gitu," bantah Kades Subiyanto.

"Mana kalau ada kwitansinya," tanya Kades lagi meyakinkan bahwa dia tidak ada seperti yang disebutkan pengusaha kayu tersebut.

Tim datariau.com tengah berupaya konfirmasi kepada aparat terkait untuk penindakan terhadap usaha kayu yang diduga tidak ada izin tersebut, untuk dimuat pada pemberitaan selanjutnya. (win)
Penulis
: Windy
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)