Masyarakat Kepenghuluan Sinaboi Protes, Galian Irigasi Diduga Asal Jadi

Datariau.com
1.604 view
Masyarakat Kepenghuluan Sinaboi Protes, Galian Irigasi Diduga Asal Jadi
Samsul
Salah satu masyarakat Kepenghuluan Sinaboi Menunjukan Kedalaman Parit Yang Sudah di Gali Masih Dangkal.
SINABOI, datariau.com - Masyarakat Kepenghuluan Sinaboi, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir protes pekerjaan Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan jaringan pengairan lainya dan juga kegiatan rehabilitas jaringan irigasi parit Sel. Sirih RT 010 Sinaboi Sungai Bakau melalui dana (DAK) yang bersumber dana APBD Rohil sebesar Rp. 965.13.4000 Tahun 2018 asal jadi.

 Menurut salah satu warga Kepenghuluan Sinaboi yang mewakili masyarakat lainya, Rusmin kepada datariau.com, Senin (2/7/2018) menjelaskan, bahwa dirinya menilai pekerjaan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan jaringan pengairan lainya dan juga kegiatan rehabilitas jaringan irigasi parit Sel. Sirih RT 010 Sinaboi Sungai Bakau melalui dana (DAK) ini tidak sesuai dengan bestik dan asal-asalan kerja. Karena galian paret masih dangkal dan besar kemungkinan akan cepat tumpat lagi paret tersebut.

 "Sebelumnya saya udah protes dilapangan, karena kerja ini tidak sesuai dengan bestik dan asal-asalan dan masyarakat tidak merasa puas dengan program Pemerintah ini, sebab tak sesuai dengan harapan masyarakat banyak," katanya. 

 Tak hanya itu tambah Rusmin, dirinya juga meminta agar kenerja sebelumnya asal-asalan dapat di ulang kembali, karena masyarakat tidak terima dengan Pembangunan tersebut.

 "Sudah saya bilang untuk mengulangi kenerjanya, namun mereka tidak mau. Kami menegur dan melihat kenerja tidak sesuai dengan aturan bestiknya. Sia-sia dana tersebut, jika tidak bangus kenerjanya. Apa lagi kita sangat perhatin dengan kondisi Kabupaten Rokan Hilir yang sedang dipisit, namun kenyatanya di segi pembangunan masih saja ada oknum berbuat tidak menjalankan program tersebut denga mestinya," ujarnya. 

 Menurutnya, kalau bisa Normanisasi itu bisa menyenangkan masyarakat dan bukan menyusahkan masyarakat.

 "Kalau pengalian paret itu tidak sampai seratus persen, ya setidaknya dapat 50-70 persen jadilah. Ini tidak, galian paret saja masih dangkal, sedangkan tanah asil galian asal buang saja dan tidak beraturan," katanya mengeluh.

Untuk itu, atas nama masyarakat Kepenghuluan Sinaboi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas pekerjaan Umum dan penataan ruang (PUPR) Rohil dapat turun kelapangan melakukan krosecek dan dapat menangapi keluhan dari masyarakat tersebut.

 "Keluhan masyarakat ini tidak ada kepentingan apapun. Tapi, kami peduli terhadap Program Pembangunan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Maka dari itu, kami ingin pembangunan daerah kami tidak asal jadi. Dan bisa bermanfat bagi masyarakat banyak," pungkasnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)