PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menyebut jiwa kemanusiaan Walikota Pekanbaru meninggal.
Pasalnya, pasca penerapan PSBB di Kota Pekanbaru sejak tanggal 17 April 2020 dengan menggangarkan dana sebesar Rp. 115 Miliar. Namun sebagian masyarakat Kota Pekanbaru tidak menikmati dana besar tersebut.
Hal itu diungkapkan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Riau Noviyanto kepada datariau.com saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2020).
Tuntutam utamanya selesaikan permasalahan pengadaan kebutuhan pokok masyarakat yang sudah mendata bang bos, kalo untuk mundur jika PSBB tahap kedua ini tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut dari PSBB tahap pertama, Maka wajib mundur
Menurut Bang Boy sapaan akrab Presma UIR itu, sekitar 132 ribu KK yang terdata oleh RT/RW di 83 Kelurahan di 12 Kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru tapi sampai detik ini hanya ada sekitar 17 ribu KK yang mendapatkan bantuan sembako.
"Banyak terjadi konflik dan keluhan di semua kalangan masyarakat kota atas PSBB yang dilakukan pada tahap pertama ini. PSBB ini di nilai gagal oleh beberapa kalangan dan mendapat banyak kritikan oleh masyarakat Pekanbaru," jelasnya.
Atas kinerja Wako Pekanbaru tersebut, Novyanto selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau bersama aktivis kampusnya mengungkapkan rasa kekecewaannya dengan mengirimkan papan bunga yang bertuliskan "TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA JIWA KEMANUSIAAN BAPAK WALIKOTA DR. FIRDAUS, ST. MT."
"Ini kami lakukan untuk memberikan teguran karena dinilai bermain-main dalam menjalankan kebijakan yang tidak mengutamakan kepentingan masyarakat akibat dampak penerapan PSBB itu," ungkapnya kesal.
Kekecewaan Eks Ketua Umum Orbisi itu kian memuncak pasca penolakan pihak Satpol PP Kantor Walikota Pekanbaru saat aksi pengiriman papan bunga ke Kantor orang nomor satu di Pekanbaru itu tidak diindahkan.
"Ketika papan bunga dipasang di depan Kantor Walikota naas yang didapati adalah penolakan yang berujung pengusiran tukang papan bunga oleh Satpol PP. Yang artinya ini adalah bentuk penolakan seorang pemimpin akan aspirasi yang disampaikan oleh BEM UIR. Meskipun Dr. Firdaus, ST., MT. Merupakan Mantan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Islam Riau, kami tidak memandang bulu untuk mengkritik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat" sebutnya.
Boy melanjutkan, pihaknya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.
"Usiran itu bagi kami adalah penyemangat untuk terus memperjuangkan keadilan yang harus masyarakat dapatkan. Untuk itu kami memutuskan memindahkan pemasangan Papan Bunga ke DPRD Kota dan mendesak DPRD Kota untuk melek bahwasanya masyarakatnya sedang tidak baik-baik saja. Segera ambil tindakan yang tegas untuk Walikota Pekanbaru agar kondisi tidak kalang kabut seperti sekarang dan semua konflik sosial masyarakat dapat secepatnya di selesaikan, terutama hak-hak yang dijanjikan oleh Walikota selama PSBB berlangsung," paparnya.
Untuk itu kami dari BEM UIR menyampaikan salam dan pernyataan sikap:
1. Menuntut Walikota Pekanbaru untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketetapan Peraturan Walikota No 74 tahun 2020 BAB 5 tentang hak dan kewajiban serta jaminan ketersediaan kebutuhan dasar penduduk selama PSBB dan mendesak Walikota Pekanbaru untuk menyelesaikan kewajibannya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Pekanbaru selama PSBB tahap pertama, terhitung dari 17 April - 30 April 2020.
2. Menuntut Walikota Pekanbaru untuk melakukan transparansi biaya terhadap anggaran yang telah dianggarkan oleh Walikota Pekanbaru selama PSBB berlangsung.
3. Menuntut Walikota Pekanbaru mengevaluasi PSBB tahap pertama dan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di pelaksanaan PSBB tahap pertama jika ingin melanjutkan PSBB tahap kedua
4. Apabila pelaksanaan PSBB tahap kedua yang sudah ditetapkan dinilai gagal, seperti hal nya PSBB tahap pertama. Maka kami tidak mengakui Dr Firdaus ST., MT. sebagai Walikota Pekanbaru, dan kami meminta bapak Dr. Firdaus, ST., MT meletakkan jabatannya karena dinilai tidak mampu menjadi Walikota Pekanbaru.
"Tunggu kami datang bertamu di depan gerbang Kantor Walikota," pungkasnya. (Abd)