DATARIAU.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily berharap masyarakat Jawa Barat tidak terpengaruh isi dari buletin Kaffah. Buletin Kaffah berisi konten yang menyudutkan paslon capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.
"Kami berharap kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan penggunaan ayat yang dipergunakan tidak pada tempatnya," kata Ace, Sabtu (26/01/2019).
Ace mengatakan terkait Buletin itu pihak TKN akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum. Ia juga menduga Bawaslu Jawa Barat sudah mengetahui siapa penyebar buletin tersebut.
"Seharusnya Bawaslu Jawa Barat sudah tahu penyebaran buletin itu. Kami pertimbangkan langkah-langkah hukum," ujarnya.
Ace mengatakan buletin itu diedarkan setiap hari Jumat di masjid-masjid. Ia menilai buletin itu sengaja dibuat untuk kepentingan politik Pilpres 2019. Tak hanya itu, Ace menduga pembuat buletin itu merupakan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi, sehingga menjelek-jelekan Jokowi dengan dalil agama.
"Buletin ini diterbitkan dan diedarkan setiap hari Jumat di masjid-masjid. Dan sudah masuk ke jumatan yg ke 75. Jadi kalau dilihat waktu terbitnya maka memang by design dicetak untuk kepentingan politik Pilpres. Mendukung paslon 02 dan menjelek jelekan paslon 01 dengan dalil-dalil agama," tuturnya.
Ace mengatakan peredaran buletin Kaffah menargetkan masjid-masjid. Menurutnya, hal ini semakin jelas si penyebar ingin mempolitisasi masjid dan menjadikan masjid sebagai tempat kampanye.
"Target penyebaran buletin adalah umat Islam yang mengikuti Salat Jumat di masjid-masjid. Jadi semakin jelas siapa yang sesungguhnya mempolitisasi masjid, dan menjadikan masjid sebagai tempat kampanye," jelasnya.
Selanjutnya, Ace mengatakan narasi yang diangkat oleh buletin Kaffah sama dengan selebaran Say No Jokowi. Ia mengatakan dalam selebaran tersebut terdapat tagar #2019GantiPresiden, sehingga menurutnya produsen buletin itu berasal dari kelompok yang sama.
"Ini menjelaskan benang merah kampanye hitam ke Pak Jokowi dengan menggunakan dalil-dalil agama. Pada selebaran Say No Jokowi terdapat hastag #2019GantiPresiden. Ini indikasi produsen kampanye hitam adalah kelompok politik yang sama," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menemukan tabloid dan buletin yang isinya terindikasi menyudutkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019. Temuan ini tidak terlepas dari peredaran tabloid Indonesia Barokah yang terindikasi menyudutkan Prabowo-Sandi.
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Barat, Zacky Hilmi mengatakan selain tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu menemukan tabloid Media Umat dan Pesantren Kita, serta satu buletin Kaffah.
"Dua hari lalu ditemukan kembali tabloid berbeda. Kalau sebelumnya Indonesia Barokah, ini ada Media Umat, Pesantren Kita dan Buletin Kaffah di Kabupaten Bogor. Kontennya memang berbeda," kata Zacky beberapa waktu yang lalu. (*)