Kesbangpol Kampar Gelar Sosialisasi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Hidup Beragama

datariau.com
713 view
Kesbangpol Kampar Gelar Sosialisasi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Hidup Beragama
Foto: Ist.
Suasana acara.
BANGKINNAG KOTA, datariau.com - Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, sebagai warga negara yang baik dan menjunjung tinggi norma Pancasila dan agama, ajaran ketuhanan yang mendasar adalah bersikap toleransi tehadap sesama umat beragama. Dalam arti kata tidak boleh memaksakan menyangkut hak azazi manusia (HAM) yang telah diberikan kebebasan untuk memilih baik yang bersangkutan dengan kepercayaan maupun di luar konteks yang berkaitan dengan hal semacamnya.

Demikian disampaikan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH yang diwakili Asisten Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar di depan lebih kurang 50 peserta dalam acara Kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Hidup Beragama yang diadakan oleh Kesbangpol dan dipusatkan di Aula Stanum Bangkinang Kota, Kamis (19/9/2019).

"Peran tokoh agama sangat penting dalam meningkatkan toleransi dan kerukunan dalam hidup beragama. Oleh karena itu jangan malu untuk memulai dan jangan ada gesekan antara kita sesama manusia, baik itu Suku, Ras maupun agama. Berbicara tentang toleransi ajaran itu telah terwujud dalam agama manapun, mari kita jadikan Negara Indonesia sebagai contoh untuk negara negara lain dalam hal toleransi dalam beragama. Untuk mendorong nilai toleransi dan nilai Pancasila pemerintah akan terus berusaha intensif dan siap berdiskusi kepada pihak yang terkait," katanya.

Sementara itu, Ardi Mardiansyah, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengatakan, jangan sampai ada perpecahan antara bangsa Indonesia. Karena semua adalah saudara, keragaman sudah fitrah tidak bisa dipertengangkan, bukan alat perpecahan demi kemajuan bersama saling menghargai satu sama lain.

"Selalu menerapkan yang namanya toleransi dimanapun kita berada dan kepada siapapun, karena kerukunan antar umat beragama dapat terwujud dan senantiasa terpelihara apabila masing-masing umat beragama dapat mematuhi aturan aturan yang diajarkan oleh agamanya masing-masing serta mematuhi peraturan perundang undangan yang berlaku," ajak Ardi.

Pada acara ini Ardi Mardiansyah langsung mendatangkan narasumber Joy Teguh yang berasal dari luar daerah dan acara ini akan beralangsung selama 2 hari kedepan mulai tanggal 19 sampai 20 September 2019 dan dihadiri juga oleh Kasi Kerukunan Umat Beragama Direktorat Jendral dan Pemerintahan Umum Kementrian Luar Negeri, Dodi Malhendra. (das)
Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)