Kain Penutup Ka'bah Tersingkap Akibat Badai Pasir dan Hujan Deras

Ruslan
1.132 view
Kain Penutup Ka'bah Tersingkap Akibat Badai Pasir dan Hujan Deras
Gambar: screenshot Instagram @yanimodeungu
Badai angin dan hujan di Kota Mekkah sehingga kain penutup Kakbah (Kiswah) di Masjidil Haram terbuka dan sobek.

MEKKAH, datariau.com - Hantaman badai pasir yang disertai hujan deras membuat panik jemaah haji yang tengah menjalani tawaf di Masjidil Haram, Makkah, pada Minggu malam, 19 Agustus 2018.

Badai dan angin kencang sempat membuat kain penutup Kakbah tersingkap dan sejumlah benda beterbangan akibat angin kencang, menurut berbagai video yang viral di dunia maya dan media sosial. Akibatnya, kepanikan sempat melanda jemaah haji yang sedang beribadah.

Gejala alam serupa juga dikabarkan melanda wilayah lain di Mina dan Arafah.

Kendati demikian, badai pasir dan hujan deras itu tidak berlangsung lama. Kepanikan jemaah pun dapat diatasi karena petugas khusus segera menangani dengan sigap. Tidak ada laporan tentang jatuhnya korban dan prosesi tawaf oleh jemaah haji pun kembali dilanjutkan.


Kemungkinan Badai Berlanjut

Namun, sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette, Senin (20/8/2018), badan pengamat cuaca setempat mengatakan ada kemungkinan badai berlanjut di awal pekan ini. Diprediksi pula bahwa hari ini, wilayah tenggara hingga barat laut Arab Saudi, termasuk Makkah, akan mengalami kenaikan suhu ekstrem dan kelembapan yang tinggi.

Menurut perkiraan Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan, badai pasir dan hujan kemungkinan besar akan terus terjadi di Makkah dan Padang Arafah hingga nanti malam.

Hussain Al-Qahtani, juru bicara otoritas terkait, mengatakan bahwa fluktuasi iklim yang terjadi akhir pekan lalu akan berlanjut hingga nanti malam, karena suhu dan tingkat kelembapan tinggi yang akan mencapai puncaknya pada petang ini.

Kakbah dan sekitarnya kemungkinan akan mengalami suhu 43 derajat Celsius pada siang hari, dengan kelembapan mencapai 65 persen, yang turut memengaruhi penurunan visibilitas hingga radius 7 kilometer.

Sementara itu, Kolonel Muhammad Al-Qamash, juru bicara Direktorat Pertahanan Sipil, mengatakan bahwa badai pasir hari Minggu di Arafat tidak memengaruhi keamanan para jemaah haji.

"Ada sedikit kerusakan pada sejumlah tenda dan telah diperbaiki seperti sedia kala. Situasi keseluruhan di tempat-tempat suci terpantau stabil," katanya. Dia mengimbau jemaah haji untuk mengikuti instruksi keselamatan yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang.


Lebih dari 2 Juta Orang Jemaah Haji

Sementara itu, Mayor Jenderal Mansour al-Turki, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, mengatakan kepada para wartawan, Sabtu 18 Agustus, bahwa lebih dari dua 2 umat muslim dari seluruh penjuru dunia, menyambangi Makkah dan Madinah dalam ibadah haji tahun ini.

Kerajaan Arab Saudi telah menghabiskan miliaran dolar dari pendapatan minyaknya yang sangat besar untuk tindakan keamanan dan keselamatan, khususnya di Mina, di mana beberapa insiden mematikan haji telah terjadi.

Terburuk dalam sejarah yang tercatat terjadi pada 24 September 2015, di mana serangan dan huru-hara jemaah di Mina menewaskan sedikitnya 2.426 orang, menurut hitungan Associated Press.

Namun, menurut penghitungan resmi pihak kerajaan, dilaporkan bahwa 769 orang tewas dan 934 orang terluka. Kerajaan tidak pernah membahas ketidaksesuaian itu, juga tidak merilis hasil investigasi yang berwenang untuk melakukan bencana.

Sementara itu, Arab Saudi juga menghadapi ancaman dari militan al-Qaeda dan faksi lokal dari kelompok ISIS. Beberapa hari sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri mengakui menangkap seorang warga Saudi yang mengenakan rompi peledak di wilayah pusat al-Qassim, setelah sebelumnya menembak pasukan keamanan.

Sementara itu, perang yang dipimpin Arab Saudi di Yaman terhadap pemberontak Syiah berlarut-larut tanpa akhir. Pemberontak telah menembakkan lebih dari 150 rudal balistik di wilayah erajaan itu selama konflik yang telah memicu serangan udara Saudi ke pasar dan rumah sakit, membunuh warga sipil.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: liputan6.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)