Kabupaten Meranti Segera Miliki Pusat Konservasi Margasatwa

datariau.com
915 view
Kabupaten Meranti Segera Miliki Pusat Konservasi Margasatwa

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com -Tasik Tanjung Padang Kecamatan Tasik Putri Puyu akan dikelola menjadi Blok Suaka Margasatwa di Kepulauan Meranti. Untuk mewujudkan itu sesuai Pasal 22 Permen LHK No 76 Tahun 2015, mengamanatkan Dokumen Rancangan Penataan Blok Tasik Tanjung Padang harus dibahas melalui Konsultasi Publik, mengacu hal tersebut Pemkab Meranti bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau menggelar Konsultasi Publik Penataan Blok Suaka Margasatwa Tasik Tj Padang, bertempat di Hotel Grand Meranti, Kamis (20/9/2018).

Kegiatan tersebut langsung dihadiri oleh Sekretaris Daerah H Yulian Norwis SE MM, Kabid Teknis KSDA M Mahfud S Hut MSc, Kabid Wikayah II BKSDA Riau Heru Sutmantoro, Kepala Bappeda Meranti H Makmun Murod, Asisten III Sekdakab Meranti Drs Rosdaner, Asisten I Sekdakab Meranti H Jonizar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hendra Putra, Camat Tasik Putri Puyu Abdul Hamid, dan sejumlah pejabat lainnya.

Pada kesempatan itu dalam pidatonya Sekda Kepulauan Meranti H Yulian Norwis menilai pelaksanaan kegiatan itu sangat strategis karena menyangkut pengelolaan Blok Tj Padang yang akan dijadikan pusat konservasi Suaka Margasatwa di Kepulauan Meranti.

"Kita sangat mendorong hal itu karena dengan penataan Blok Suaka Margasatwa Tasik Tj Padang akan menjadikan kawasan itu sebagai satu satunya pusat konservasi Margasatwa yang ada di Meranti," jelasnya.

Dengan adanya pusat konservasi Suaka Margasatwa Tasik Tj Padang diyakini akan mendorong pariwsata di wilayah tersebut yang otomatis akan berdampak pada peningkatan dana pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan.

Sekda berharap melalui kegiatan akan tercipta tonggak sejarah bahwa di Meranti telah memiliki pusat konservasi margasatwa yang dapat digunakan untuk pelestarian berbagai Margasatwa khas Meranti.

"Semoga kegiatan ini menjadi tonggak sejarah adanya Pusat Konservasi Margasatwa di Meranti yang dapat menjadi objek wisata terbatas yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan," pungkas Sekda. (put)

Penulis
: Syahputra
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)