KKP Akan Bangun 6 Gudang Garam

datariau.com
842 view
KKP Akan Bangun 6 Gudang Garam
Gambar: Mediaindonesia.com
Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PRLKKP) Brahmantya Satyamurti (kanan), bersama Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi KPK Dian Patria, menyampaikan keterangan di Jakarta, Jumat (1/3).
DATARIAU.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun enam gudang garam nasional (GGN) pada 2019 menyusul 18 GGN yang telah dibangun sepanjang 2018.

"Gudang ini akan digunakan sebagai tempat penyimpanan garam hasil produksi petambak garam dengan kapasitas 2.000 ton yang dikelola oleh koperasi garam di tiap-tiap sentra garam rakyat," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi di Jakarta, Jumat (1/2)

Ke-18 GGN itu tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Kupang, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Pangkep. Dari 18 GGN itu, ada enam GGN yang telah menerima sertifikat kelayakan sebagai pelaksana sistem resi gudang, yakni di Cirebon, Indramayu, Pati, Pangkep, Rembang, dan Tuban.

Brahmantya mengatakan garam merupakan komoditas strategis yang diperlukan untuk produksi pangan ataupun produksi industri nonpangan. Untuk itu, kata dia, penerapan manajemen stok melalui gudang penyimpanan yang besar dan berskala nasional sangat dibutuhkan guna menjamin stok nasional. Selain data produksi dan kebutuhan yang akurat, dibutuhkan pula keakuratan klasifikasi kebutuhan garam bagi industri manufaktur.

Menurut dia, dengan klasifi kasi kebutuhan garam industri yang akurat, akan lebih mudah mencari pengganti garam impor yang selama ini digunakan industri manufaktur.

"Perkara impor tidak impor itu bukan boleh atau tidak boleh. Perkara impor itu perkara produksi berapa dan kebutuhannya berapa," tegas dia. (*)
Sumber
: Mediaindonesia.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)