Pekanbaru, datariau.com - Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dalam rangka melanjutkan estafet kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan.

Demikian diungkapkan Fadli Anas Bupati HIMA PBSI Periode 2018-2019 menjawab datariau.com Senin (24/6/2019).
Fadli menuturkan, Mubes dilaksanakan setahun sekali setelah masa jabatan Bupati HIMA berakhir.

"Kepada bupati selanjutnya saya berharap agar dapat melanjutkan program kerja HIMA PBSI dan melaksanakan program yang belum dapat terlaksana," paparnya.
Menurut Fadli, Mubes dilaksanakan di Gedung E Laboratorium FKIP UIR Lantai 3 dimulai pagi hari hingga sore hari diikuti seluruh perwakilan mahasiswa dari semester 2,4,6 dan semester 8, Dewan Pengarah serta Dosen Prodi PBSI FKIP UIR.

"Alhamdulillah hari ini Mubes sudah terlaksana. Selamat kepada Muhammad Azwan yang terpilih sebagai Bupati HIMA PBSI Periode 2019-2020. Lanjutkan program yang telah ada dan lebih tinggi lagi," sebutnya.

Muhammad Azwan Bupati HIMA PBSI Terpilih Periode 2019-2020 mengatakan, dirinya sangat mengharapkan kerjasama dan dukungan semua pihak demi terlaksananya kegiatan kemahasiswaan kedepan.
"Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang telah memberikan amanah ini saya sangat berharap kerjasama dan dukungan semua terutama saran dan nasehat dari senior dan dewan pengarah serta dewan pembina," ungkap mahasiswa semester IV itu.

Setelah proses Mubes selesai, kemudian Fadli Anas menyerahkan bendera HIMA PBSI kepada Muhammad Azwan sebagai tanda tampuk kepemimpinan HIMA PBSI telah diserahkan ke Bupati Periode selanjutnya.
"Dengan ini kepengurusan HIMA PBSI saya serahkan ke Muhammad Azwan," sebut Ali sapaan akrabnya.
Yon Mariono, S.Pd Dewan Pengarah HIMA PBSI memberikan arahan kepada Bupati HIMA terpilih. Yon menyebutkan, jajaran Dewan Pengarah sangat mendukung penuh semua program kerja HIMA terutama dalam rangka memajukan program studi.

"Lanjutkan program yang telah disusun kalau perlu ditambah. Pesan saya tolong tingkatkan hubungan silaturahmi ke dosen terutama pada dosen senior pendiri HIMA PBSI bapak Supriyadi beliau adalah bupati HIMA PBSI pertama. Perbaiki silaturahmi dengan semua dosen. Terapkan dan tanamkan kembali budaya 3S, Senyum, Sapa dan Salam," sebut Yon yang sebelumnya juga menjabat Bupati HIMA PBSI.
Ditambahkan, Aris Yulantomo, S.Pd Dewan Pengarah HIMA PBSI yang juga Wakil Bupati dua periode di HIMA itu turut memberikan nasehat kepada bupati terpilih. Ia berharap, di masa kepemimpinan Azwan, HIMA PBSI kembali berjaya dan mampu mengayomi semua anggota.

"Teruskan perjuangan, segera bentuk dan susun kepengurusan HIMA karena agenda besar telah menanti yang paling dekat adalah kegiatan ospek kemudian Bulan Bahasa. Itu semua harus dipertimbangkan mengingat waktu libur semester tentu ini perlu dimaksimalkan," terang kandidat Magister Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Turut hadir Ketua Sanggar Tuah Karya Nadana Putri Didampingi Koordinator Bidang Kekaryaan Dina S dan sejumlah Steering Commite Bambang Irawan, Oktrika Yella dan Dewan Pengarah Pebriyan, S.Pd serta Bupati HIMA PBSI Periode 2017-2018 Eko Efryanto, S.Pd beserta Bupati HIMA PBSI Periode 2012-2013 dan 2013-2014. (Abd)