FKL 2019 Ajak Generasi Muda Berwirausaha Wujudkan Siak Hijau

Hermansyah
680 view
FKL 2019 Ajak Generasi Muda Berwirausaha Wujudkan Siak Hijau
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Perhelatan Festival Kabupaten Lestari (FKL) 2019 di Kabupaten Siak, Riau, dibuka hari ini, Jumat (11/10/2019), berbagai rangkaian acara dilaksanakan di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim Kabupaten Siak dengan mengusung tema "Lokakarya Wirausaha Muda, untuk Siak Kreatif Lestari".

Kegiatan acara lokakarya ini sangat baik, karena diharapkan dapat mendorong semangat kewirausahan generasi muda di Kabupaten Siak. Dengan dihadiri banyaknya narasumber dari berbagai daerah di Indonesia. 

Semoga dengan giat ini dapat memberikan manfaat dan menginspirasi generasi muda Siak, sehingga dapat menyongsong Indonesia Hijau yang diawali dengan menerapkan Visi Siak Hijau.

Sejak tahun 2014 dan 2015, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menimpa Kabupaten Siak, sehingga menimbulkan banyak kerugian dari gangguan kesehatan, ekonomi juga hilangnya keanekaragaman hayati dan lain-lain. 

Pada tahun 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Siak menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 22/2018 tentang Inisiatif Siak Hijau yang memuat pengaturan zonasi tata ruang untuk konservasi, perkebunan, industri, dan pemukiman. 

Selanjutnya peraturan ini pun menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, masyarakat serta swasta menuju pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Siak. 

Hingga kini, Kabupaten Siak secara konsisten bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil menganalisa penyebab terjadinya kebakaran dan meninjau peraturan daerah untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Atas inisiatif-inisiatif ini pun Kabupaten Siak kini berhasil mengurangi deforestasi, menggalakkan konservasi dan restorasi gambut, menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan, mengembangkan ekowisata, serta memanfaatkan pemanfaatan varietas bernilai ekonomi ramah gambut di lahan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA).

"Peran generasi muda sangat penting untuk mewujudkan visi Kabupaten Siak Hijau, terutama dalam upaya memastikan lahan gambut di Kabupaten Siak dikelola dengan baik dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Alfedri.

Lokakarya yang di ikuti 150 siswa-siswi Sekolah Menengah dan Komunitas UMKM di Riau, dengan sejumlah narasumber seperti Eko Suroso Duta Petani Muda asal Kediri, David Manalu Project Cordinator Du'Anyam, Farhaniza CEO PT Yagi Natural Indonesia, Clorinda Wibowo Platform Lead Pantau Gambut, Lishia Erzha CEO Asyx, Ade Putri Paramadita Cullinery Story Teller, dan Fitra Aulia City Manager Tokopedia Lampung dan Pekanbaru.

Menurut Eko Suroso agar anak muda Siak ini hendaknya bertani nenas, sebab Kabupaten Siak ini kaya akan lahan gambut yang sangat produktif untuk ditanami Nenas.

"Bertani Nenas sangatlah mengasyikan, kita bisa  selalu berinovasi, contohnya seperti menggunakan media sosial sambil bertani, sebagai media promosi," kata Eko.

Sementara itu David Manalu Project Cordinator Du'Anyam mengatakan, bahwa inovasi dalam berusaha diantaranya dapat mengikuti pelatihan dan perbaikan produk, karena pasar tidak akan mau dengan barang yang sama. 

Dan hendaknya selalu berinovasi dan perbaikan berulang-ulang dan yang terpenting dapat mengetahui segmen pasar. "Just do it, pokoknya lakuin aja dulu. Pilihannya kalau nggak mau jadi karyawan, ya jadi Wirausaha," jelasnya.

Sesi pertama, Fithra Aulia City Manager Tokopedia Lampung dan Pekanbaru menyampaikan dengan sebuah kesempatan baru bagi pemerintah dan generasi muda di Siak. Tokopedia membuka pintu untuk bekerjasama dengan Kabupaten siak dalam rangka mendirikan Tokopedia Centre dengan harapan dapat merangkul UMKM yang ada di Siak ini.

Bagi pemuda atau Komunitas Siak, kata Fithra, untuk dapat menciptakan peluang-peluang usaha yang nantinya dikenal, bukan hanya di Pekanbaru ataupun Provinsi Riau, tapi itu dapat kita eksplor sampai ke daerah lain.

Kemudian Tokopedia juga bersedia memberikan banyak jalan agar generasi muda Siak dapat meningkatkan kapasitas dalam berwirausaha.

"Tokopedia siap memberikan Coaching Clinic, Tokopedia Class ataupun bentuk materi yang lainnya. Tergantung kesiapan pemda untuk menjalin kerjasama dengan Tokopedia. Kerjasama ini tidak tertutup bagi pemerintah daerah yang artinya terbuka bagi komunitas, pelaku usaha, UMKM manapun dapat berhubungan dengan Tokopedia," ungkapnya.

Sesi selanjutnya, setelah isoma acara kemudian dilanjutkan dengan nonton 'Bareng Lestari' dan 'Bincang Lestari', "Ubah Perilaku Sehari-Hari untuk Mewujudkan Siak Hijau".

Beberapa film yang dibuat oleh Pantau Gambut pun diputar dan menceritakan kekayaan alam Gambut di Papua dan Kalimntan, serta betapa pentingnya fungsi hutan gambut bagi masyarakat. Salah satu film yang menyedot perhatian peserta adalah film dokumenter "Pulau Plastik" yang menceritakan perjalanan Gede Robi Vokalis Grup Music Navicula menelusuri penggunaan plastic sekali pakai di Pulau Bali.

Dalam diskusi yang menghadirkan Clorinda Wibowo dari Pantau Gambut, Andre Christian sebagai Ketua Umum Hutan Itu Indonesia, Andre Danajaya dari Kopernik, Robi Navicula, serta Nanda Noor dari WRI, peserta dibawa menyelami isu-isu lingkungan yang sangat perlu mendapatkan dukungan dari generasi muda.

"Kendala memerangi plastik itu hanya masalah ketidakmauan, kalau kita mau dan punya tekat kita dapat bergerak untuk melakukan upaya pengurangan plastik sekali pakai. Bukan mustahil dari sisi regulasi, pilihan ada ditangan kita untuk bergerak," ungkap Robi.

Lokakarya pun ditutup dengan acara "Belajar dari Alam" yaitu Kelas Paralel yang dapat di ikuti oleh para peserta. Kelas Kuliner dipandu oleh Restoran Kaum Jakarta bekerjasama dengan warga lokal, salah satunya membuat minuman bernama "Salam Lestari" berbahan Nanas, Jeruk Kasturi dan Cabai Merah.

Selain itu dibuat Gulai Rajungan Terong, Sate Lilit dan Ayam Sisit dengan bahan-bahan yang dapat ditemukan di Kabupaten Siak. Kelas membuat sabun dari buah nanas dan pembersih lantai dari Kulit Nanas yang dipandu langsung oleh Yagi Natural asal Aceh. 

Selanjutnya kelas membuat pewarna alami dari Daun Mangga, Daun Senduduk dan daun-daun tanaman liar yang ada di Kabupaten Siak, kelas ini dipandu langsung oleh Warlami yang berasal dari Kota Bandung.

Kemudian lagi Kelas Kerajinan Lestari yang dipandu langsung oleh Du'Anyam dan Pengrajin Lokal Siak untuk membuat kerajinan dari Lidi Sawit dan Pandan. Sedangkan kelas terakhir yang mengangkat Digital Creative Content dipandu langsung oleh Big Change Jakarta dan Komunitas Explore Siak memadukan pelatihan langsung membuat konten tentang materi kelas lainnya. 

Festival Kabupaten Lestari di Kabupaten Siak yang diselenggarakan hingga tanggal 13 Oktober 2019 mendatang dan merupakan Festival Kedua dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan tahun lalu diselenggarakanya festival ini di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Editor
: Hermansyah