Eksekusi Lahan Proyek Tol di Riau, Riana: Harga Tanah Lebih Mahal Tempe, Bakso..

Hermansyah
7.046 view
Eksekusi Lahan Proyek Tol di Riau, Riana: Harga Tanah Lebih Mahal Tempe, Bakso..
Gambar (istimewa) di ambil dari video youtube Benny Zilvers

SIAK, datariau.com - Eksekusi lahan untuk pembangunan Jalan Tol di Riau kembali dilaksanakan, kali ini lokasi lahan yang di eksekusi tersebut berada pada lokasi STA 50+550 Jalan Limbek Kampung Kandis Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Kamis (28/11/2019).

Untuk melakukan eksekusi lahan warga tersebut, Polres Siak menurunkan sebanyak 300 personil, TNI/Polri, Pemkab Siak, PN Siak, Satpol PP dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Eksekusi lahan yang dilakukan saat itu, untuk pembebasan lahan sekitar 7000 meter proyek Tol Pekanbaru-Dumai diwarnai dengan aksi penolakan warga.

Menurut warga, eksekusi lahan dan harga ganti rugi bagi lahan tersebut ditetapkan dengan harga yang tidak pantas. Dalam video Benny Zilvers yang berdurasi 2 menit 54 detik milik itu, isak tangis seorang ibu dengan sumpah serapahnya mewarnai pembebasan lahan di Jalan Limbek, Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau tersebut.

Di tempat itu, terdapat 3 bidang lahan kebun sawit warga yang diratakan untuk pembangunan proyek jalan tol itu. Punya Suwitno Lumban Batu seluas 25.092 meter, Maruba Lumban Raja seluas 966 meter dan Junter Pandiangan seluas 5.044 meter.

"Tolong pak Jokowi, tolong! Harga tanah di Kandis ini lebih mahal tempe, lebih mahal bakso. Tanah kami sudah sertifikat cuma dibayar Rp18.000 dan tanah saya bersertifikat tak bernilai," teriak Riana.

Dalam video tersebut, Riana mengatakan sebelumnya masyarakat tidak pernah dibawa untuk musyawarah maupun mufakat. Dan hanya pihak-pihak mereka langsung yang menentukan harga, dan bila tidak terima adukan ke pengadilan.

"Tidak mufakat dengan masyarakat, mereka yang menentukan, tanah ibu sekian, tanah ibu sekian. Saya tidak menuntut banyak, dan apa yang telah diputuskan oleh PN Siak itu berikan hak saya. Tapi apa semuanya nol dan tidak ada hasilnya," gumamnya.

Riana berharap adanya solusi dan pengharapan dari pemimpin negeri ini, ia meminta perhatian terhadap masyarakat yang lahannya telah di eksekusi untuk pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai tersebut.

Sambung dia, meyakinkan jika berita ini sampai ke bapak Presiden Jokowi dan beliau mendengar, akan turun langsung dan memberantas korupsi-korupsi yang ada di Kabupaten Siak terkhususnya di Kecamatan Kandis ini.

"Kami masyarakat Kandis ini tak dapat berbuat apa-apa, mungkin karena kami bodoh secara hukum dan kami juga sudah lakukan upaya sebaik mungkin dan inilah yang terjadi. Saya bukan penjahat tapi saya dikelilingi aparat-aparat," tandasnya.

Sesuai dengan janji bapak Presiden Jokowi sebelumnya pada video yang tersebar itu Riana mengatakan, "tidak ada ganti rugi, tapi ganti untung".

Kapolres Siak AKBP Doddy F menuturkan bahwa eksekusi ini merupakan eksekusi damai. Kita diminta Pengadilan Negeri Siak untuk mengamankan jalannya kegiatan eksekusi dan alhamdulillah giat eksekusi berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala apapun.

Walau dalam eksekusi lahan itu sempat diwarnai dengan berbagai penolakan warga sebagai pemilik lahan yang menyampaikan keluhannya di lokasi tersebut, kata Doddy, kemudian diberikan penjelasan serta pengertian akhirnya mereka dapat menerima dengan lapang dada.

"Kita menghimbau kepada masyarakat Siak, mari bersama-sama kita menciptakan situasi aman dan kondusif. Dan mendukung program pemerintah demi kemajuan negeri kita serta kesejahteraan kita bersama," tutupnya.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)