Ditemukan Mayat Membusuk Tergantung di Perumahan Griya Setia Makmur Desa Tarai Bangun Kampar

datariau.com
3.229 view
Ditemukan Mayat Membusuk Tergantung di Perumahan Griya Setia Makmur Desa Tarai Bangun Kampar
Gambar: Riau1.com
DATARIAU.COM - Warga RT 02 RW 02 Dusun IV Tarab Mulia Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar tepatnya di Perumahan Griya Setia Makmur (GSM) mendadak dihebohkan oleh jasad seorang pria berusia 50 tahun, Jumat (29/3/2019) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Diketahui pria itu adalah Syafri warga pendatang asal Pangkalan Sumatra Barat. Pria itu gantung diri dengan seuntas tali plastik yang diikat pada kayu bloti bangunan di belakang rumah kaponakanya. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan berlalat dengan kulit sudah menghitam.

Menurut kesaksian warga yang bersebelahan rumahnya dengan tempat korban gantung diri, Candra (45) mengatakan, korban terakhir dilihat Senin atau Selasa kemarin. "Saya juga tidak tahu pastinya hari apa, yang jelas antara hari Senin atau Selasa korban masih nampak oleh warga," kata Candra.

"Semenjak ada suara gubrakkk pada malam hari Senin atau Selasa itu korban tidak lagi nampak. Dan Rabu kemarin sudah mulai terbau busuk. Awalnya kami tidak ada firasat, suara itu entah musang entah apa. Begitu juga dengan bau busuk, kami hanya berprasangka bau sampah," ungkap Candra.

Namun pada Kamis kemarin baunya sudah mulai menyengat hingga Jumat pagi sangat kental bau busuknya. Untuk itu, Candra menghubungi pemilik rumah. "Sudah tidak tahan baunya, untuk memastikan apa yang terjadi saya hubungi pemilik rumah," jelasnya.

Tidak begitu lama pemilik rumah yang tidak lain kaponakan korban bernama Meki datang dan memastikan rumah tersebut. Rumah yang dihuni korban juga tidak terkunci, bau busuk menyengat, Meki mencari korban ke dalam kamar tapi tidak ditemukan.

"Saya mencari ke belakang rumah, saya melihat Paman saya Syafri sudah membusuk dalam kondisi tergantung," kata Meki, dikutip riau1.com.



Meki (33) menjelaskan bahwa Syafri menempati rumah itu baru tiga bulan. Syafri tidak ada pekerjaan, dulu korban pernah bekerja sama orang China. Meki terakhir komunikasi dengan pamannya pada hari Minggu kemarin. Dimana saat itu korban mengeluh dengan mengatakan suntuk tidak bekerja.

Mendengar hal itu, Meki hanya suruh pamannya itu bersabar. "Kalau untuk makan dan minum korban itu kami yang memberi dan tidak pernah kekurangan apapun," kata Meki yang mengaku tinggal di Perumahan Bumi Suka Ramai Kecamatan Tampan, Pekanbaru.



Dikatakan Meki lagi, memang semasa hidup Syafri memiliki penyakit sesak nafas. Namun, Syafri juga tidak pernah mengeluhkan hal itu. "Saya juga tidak tahu apa motif sempat nekat begini paman bunuh diri," ucap Meki.

"Sudah ada polisi, kami serahkan kepada kepolisian untuk menanganinya," terang Meki.

Meki juga mengatakan bahwa pamannya itu tinggal seorang diri karena memang di usia sudah 50 tahun belum memiliki pendamping hidup alias istri.

"Paman saya ini masih bujangan," kata Meki dengan mata berkaca-kaca menatapi pamannya tergantung. (*)
Sumber
: Riau1.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)